Sering Dianggap Asli Indonesia, Ternyata Lomba Panjat Pinang Adalah 'Produk Impor'

Jika Indonesia menggelar lomba panjat pinang pada tanggal 17 Agustus, berbeda dengan Belanda yang menggelarnya pada 31 Agustus.

Sering Dianggap Asli Indonesia, Ternyata Lomba Panjat Pinang Adalah 'Produk Impor'
Anak-anak mengikuti lomba panjat pohon pisang di lokasi bekas Hotel Aceh, Banda Aceh, Minggu (23/8). Lomba yang diselenggarakan Muspika Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, dalam rangka memeriahkan HUT ke-70 RI. SERAMBI/BUDI FATRIA 

SERAMBINEWS.COM - Pernah menonton sinteron Para Pencari Tuhan yang diproduksi oleh Deddy Mizwar?

Dalam sinetron ketika ingin membuat acara 17 Agustusan ada yang mengusulkan lomba panjat pinang. Namun dengan tegas lomba ini ditolak.

Padahal di tengah masyarakat Indonesia, lomba panjat pinang adalah salah satu lomba wajib ada.

Baca: 255 Napi LP Kelas II B Langsa Terima Remisi HUT Ke-73 RI, Seorang Diantaranya Bebas

Ternyata di balik penolakkan itu ada sejarah di dalamnya.

Lomba panjat pinang ternyata sudah ada sejak era Belanda menjajah Indonesia.

Di Belanda, lomba ini disebut De Klimmast yang berarti panjang tiang.

Jika Indonesia menggelar lomba panjat pinang pada tanggal 17 Agustus, berbeda dengan Belanda yang menggelarnya pada 31 Agustus.

Baca: Pimpin Upacara HUT ke-73 RI, Jokowi Kenakan Baju Adat Aceh

Tanggal 31 Agustus pada era zaman itu bertepatan dengan ulang tahun sang ratu Belanda, Ratu Wihelmina.

Namun nyatanya di Belanda lomba panjat pinang tidak hanya digelar untuk ulang tahun sang ratu saja.

Tapi juga ketika merayakan hari besar lainnya seperti hari besar negara bahkan setiap pesta pernikahan.

Baca: Mengaku Kagumi Hasan Tiro, Steffy Burase Ditanya ‘Tahu Apa Kamu tentang Aceh’

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved