Terkait Polemik SPP Mahasiswa S2, Ombudsman akan Temui Pimpinan Unsyiah

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr H Taqwaddin Husin SH SE MS mengaku akan segera menemui pimpinan Unsyiah.

Terkait Polemik SPP Mahasiswa S2, Ombudsman akan Temui Pimpinan Unsyiah
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr H Taqwaddin Husin 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kebijakan pihak rektorat yang memberlakukan 'bayar SPP penuh' kepada mahasiswa magister (S2) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di atas semester 4 mulai Agustus 2018, masih menjadi polemik di kalangan kampus.

Oleh banyak mahasiswa, kebijakan itu dinilai sangat memberatkan, karena diberlakukan kepada seluruh mahasiswa S2 yang baru dan lama, reguler maupun nonreguler.

Sebelumnya di S2 Unsyiah dikenal ada 'biaya keterlambatan studi' bagi mahasiswa semester 4 ke atas, atau yang sedang mengerjakan tesis.

Dalam kebijakan itu, mahasiswa tersebut mendapat potongan biaya kuliah setengah. Jika spp-nya Rp 5 juta, maka kampus memberi dispensasi kepada mahasiswa untuk membayar separuhnya yaitu Rp 2,5 juta, dengan pertimbangan hanya tinggal menyelesaikan tesis.

Setelah diskusi panjang dengan pimpinan kampus dan berakhir dengan kebuntuan, sekitar 50-an mahasiswa S2 Unsyiah yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pascasarjana (Fosma) akhirnya melaporkan masalah itu ke Ombudsman Perwakilan Aceh, Rabu (15/8/2018).

Perubahan Uang SPP Dinilai Memberatkan, Mahasiswa S2 Laporkan Unsyiah ke Ombudsman

Selain meminta kampus untuk tetap memberlakukan biaya keterlambatan studi, mahasiswa juga meminta pihak rektorat untuk menghapus biaya bimbingan tesis yang mulai diberlakukan tahun ini sebesar Rp 3 juta, serta menurunkan uang sidang dari Rp 4 juta menjadi Rp 2 juta.

Menanggapi permintaan mahasiswa magister Unsyiah itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr H Taqwaddin Husin SH SE MS kepada Serambinews.com, Kamis (16/8/2018) malam mengaku akan segera menemui pimpinan Unsyiah.

"Saya masih dinas di Tapaktuan. Besok (17/8) saya kembali ke Banda Aceh. Insya Allah, Senin (20/8) saya akan ketemu dengan pimpinan Unsyiah untuk membicarakan hal ini. Paling tidak ada keringanan bagi mahasiswa S2 ini yang dalam proses penyusunan tesis," ujar Taqwaddin.

Ini Tanggapan Unsyiah Terkait Tuntutan Mahasiswa S2 Soal Uang SPP

Terkait permasalahan yang membelit mahasiswa S2, Taqwaddin mengatakan sebaiknya kebijakan baru itu diberlakukan secara gradual, berangsur, jangan langsung drastis. Sedangkan untuk mahasiswa baru silakan diterapkan kebijakan baru.

Dia mengaku belum tahu persis tentang mengapa ada kebijakan kenaikan SPP tersebut. Selintas, Taqwaddin pernah mendengar bahwa Unsyiah sedang kesulitan anggaran saat ini.

"Semoga dengan pertemuan nanti ada solusi yang menggembirakan bagi kedua belah pihak. Saya berharap pihak mahasiswa agar bersabar, fokus belajar, dan segera lulus menjadi magister," harapnya.

Mengingat angka kemiskinan yang begitu tinggi di Aceh, dirinya mengusulkan agar Pemerintah Aceh dapat berkontribusi dengan mengalokasikan sebagian Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sektor pendidikan ke Unsyiah, berupa bantuan biaya kuliah mahasiswa Aceh.

"Jika hal ini diberlakukan, Insya Allah rakyat Aceh yang sedang kuliah di Unsyiah terbantu dan kampus sendiri pun terbantu," demikian Taqwaddin.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved