Bendung Karet belum Diperbaiki, Produksi Air Bersih Masih Minim

Produksi air bersih oleh PDAM Tirta Daroy Banda Aceh hingga Sabtu (18/8) masih di bawah normal

Bendung Karet belum Diperbaiki, Produksi Air Bersih Masih Minim
T NOVIZAL AIYUB,Direktur PDAM Tirta Daroy

BANDA ACEH - Produksi air bersih oleh PDAM Tirta Daroy Banda Aceh hingga Sabtu (18/8) masih di bawah normal. Penyebabnya, bendung karet di Krueng Aceh, tepatnya kawasan Lambaro, Ingin Jaya, Aceh Besar yang bocor beberapa waktu lalu belum diperbaiki.

Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novrizal Aiyub kepada Serambi, kemarin, mengatakan, salam seminggu terakhir produksi PDAM menurun sekitar 200 liter/detik. Jika biasanya mereka memproduksi air bersih sekitar 700 liter/detik, namun setelah kerusakan bendungan karet dan debit air bendungan menurun, produksinya hanya 500 liter/detik.

“Produksinya kita memang menurun dari biasanya, namun suplai air tetap lancar ke masyarakat, hanya saja pada saat-saat tertentu jika ditarik secara bersamaan ada pelanggan yang tidak dapat air, biasanya itu saat penggunaan puncak,” ungkap pria yang akrab disapa Ampon Yub ini.

Sengan produksi 700 liter/detik, menurut Ampon Yub, selama ini pihaknya sudah mampu menyuplai air ke semua pelanggan. Namun, jika produksi menurun, PDAM Tirta Daroy tidak mampu menyuplai air ke semua pelanggan secara bersamaan, terutama saat beban puncak pemakaian air.

Akibatnya, saat beban puncak sejumlah pelanggan tidak kebagian air. Misalnya, pelanggan yang berada di pipa kecil atau kawasan ujung pipa distribusi. Tapi, di luar waktu beban puncak, air tetap dapat mengalir ke pelanggan secara normal.

“Kami belum bisa pastikan kapan produksi air bersih normal kembali. Sebab, perbaikan bendung karet yang bocor itu merupakan wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I,” pungkas Ampon Yub.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bendung Karet Krueng Aceh di kawasan Lambaro, Aceh Besar, bocor. Akibat bagian bawah bendung koyak hampir sepanjang satu meter, PDAM Tirta Daroy Banda Aceh dan Tirta Mountala Aceh Besar kekurangan air baku. Sehingga suplai air bersih ke pelanggan di dua wilayah tersebut terganggu.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved