Ratusan Napi Terima Remisi

Sebanyak 377 narapidana yang saat ini menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon dan Bireuen

Ratusan Napi Terima Remisi
KEPALA Rutan Bireuen, Sofyan menyerahkan kain sarung dan hadiah kepada napi di rutan tersebut, Sabtu (18/8).

* 135 Orang di Rutan Lhoksukon
* 242 Napi di Rutan Bireuen

LHOKSUKON – Sebanyak 377 narapidana yang saat ini menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon dan Bireuen menerima remisi (pengurangan masa hukuman) dalam rangka HUT Ke-73 Republik Indonesia. Rinciannya, 135 napi di Rutan Lhoksukon dan 242 di Rutan Bireuen.

Berdasarkan data yang dihimpun Serambi, dari 208 napi di Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, 135 orang di antaranya mendapatkan remisi dalam jumlah bervariasi. Sedangkan empat napi kasus tindak pidana korupsi tidak mendapatkan remisi karena tidak membayar denda dan kerugian negara. Mereka adalah, Ratna Murtini, eks bendahara Puskesmas Langkahan, Aceh Utara yang terlibat kasus korupsi dana Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tahun 2011 di puskesmas tersebut dengan kerugian negara Rp 149,8 juta lebih dari total Rp 702 juta dana JKA tahun 2011. Dalam kasus itu, Ratna dihukum Mahkamah Agung (MA) selama 18 bulan penjara.

Kemudian, A Junaidi SH, mantan Ketua Harian Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Aceh Utara, yang divonis empat tahun penjara oleh MA dalam kasus korupsi dana untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI tahun 2010 di Bireuen sebesar Rp 5 miliar, bersumber dari APBK Aceh Utara. Kemudian Edi Sudirman, Pejabat Pelaksanan Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Bina Marga Aceh Utara yang terlibat dalam kasus korupsi proyek pembangunan jembatan pange rangka baja modifikasi. Terakhir, drg Anita Syafridah, mantan Direktur RSU Cut Meutia Aceh Utara yang dihukum empat tahun penjara oleh MA dalam kasus korupsi penggunaan dana alat kesehatan (alkes) di rumah sakit itu. Namun, Anita sekarang dalam proses asimilasi.

“Jumlah napi dan tahanan di tempat kita sekarang 430 orang. 208 napi dan 222 tahanan,” kata Kepala Rutan Cabang Lhoksukon, Yusnal SH kepada Serambi, kemarin. Disebutkan dia, jumlah remisi yang diberikan kepada 135 napi, bervariasi mulai dari satu sampai lima bulan. “Jadi, ada satu napi yang bebas hari ini (kemarin-red), setelah mendapatkan remisi 3 bulan, kemudian menjalani hukuman satu hari,” ujar Yusnal. Napi tersebut adalah Dedi Chandra, asal Aceh Selatan yang terlibat dalam kasus penipuan. Ia sebelumnya dihukum dua tahun enam bulan penjara.

Sementara itu, 242 napi di Rutan Bireuen mendapat remisi dalam rangka HUT Ke-73 RI. Bahkan, dua orang di antaranya mendapat remisi bebas. Kepala Rutan Bireuen, Sofyan kepada Serambi, Sabtu (18/8), mengatakan, dari 246 napi yang diusulkan mendapat remisi, sebanyak 4 napi tidak memenuhi syarat, sehingga hanya 242 napi yang mendapat remisi antara 1-4 bulan. Mereka terkait sejumlah kasus yang mendapat hukuman di bawah empat tahun penjara.

“Jumlah napi dan tahanan kita saat ini mencapai 344 orang. Dari jumlah tersebut, 242 dapat remisi, sedangkan 102 napi lainnya belum dapat diusulkan remisi, karena belum memenuhi syarat,” jelas dia. “Napi yang mendapat hukuman lima tahun ke atas, pihak Kemenkumham yang akan memberi remisi. Kita sudah mengusulkannya ke pusat, tapi remisinya belum turun, sehingga mereka tidak mendapat remisi pada 17 Agustus ini,” terang Sofyan.(jaf/c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved