Boat Karam, 24 ABK Selamat

Boat nelayan asal Lampulo Banda Aceh, KM Rahmat Ilahi, Minggu (19/8) pagi sekitar pukul 04.00 WIB

Boat Karam, 24 ABK Selamat
TIM SAR Banda Aceh mengevakuasi 24 nelayan KM Rahmad Ilahi menggunakan Kapal KN SAR Kresna ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (19/8). Evakuasi itu dilakukan setelah boat yang mereka tumpangi karam akibat diterjang angin kencang dan gelombang besar, di perairan Pulau Bunta, Aceh Besar. 

BANDA ACEH - Boat nelayan asal Lampulo Banda Aceh, KM Rahmat Ilahi, Minggu (19/8) pagi sekitar pukul 04.00 WIB, karam di perairan Pulau Bunta, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Sebanyak 24 orang anak buah kapal (ABK) dalam boat tersebut selamat dan berhasil dievakuasi oleh Tim SAR bersama nelayan.

Kapten Kapal KN SAR Kresna, Kapten Supriadi, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, KM Rahmat Ilahi itu sudah melaut selama enam hari. Karena sedang angin kencang di tengah laut, boat tersebut berlindung di balik pulau bunta. Nahasnya, saat itulah boat dihempas ombak dan mengenai karang hingga akhirnya karam.

Ketika kejadian tersebut, posisi boat sekitar 100 meter dari bibir pantai Pulau Bunta. Sehingga, semua ABK langsung meloncat dan berenang menuju daratan. Saat ini, kapal masih tersangkut karang dalam kondisi setengah badan sudah tenggelam.

Pemilik KM Rahmad Ilahi, Ferry mengatakan, saat itu boat sedang lempar jangkar di Pulau Bunta untuk berlindung dari cuaca buruk. Namun karena gelombang dan angin sangat kencang, air masuk ke boat.

“Akibat dihempas angin kencang serta gelombang besar, kapal dalam posisi miring ke samping, sehingga air sempat masuk ke dalam kapal yang bocor, saya langsung menghubungi tim SAR Banda Aceh,” ujar Ferry.

Tim SAR Banda Aceh mendapat kabar itu sekitar pukul 06.00 WIB dan pukul 07.00 WIB mereka langsung berangkat ke Pulau Bunta menggunakan KN Kresna dan dua unit sea rider. Lokasi kapal karam itu berjarak sekitar 12 mil laut dari Banda Aceh. Proses evakuasi sempat terkendala dengan cuaca buruk.

“Proses evakuasi berlangsung selama tiga jam, kami sempat terkendala karena gelombang tinggi yang mencapai tiga meter dan angin dengan kecepatan 30 knot. Bahkan, setelah evakuasi kami tidak bisa langsung evakuasi karena cuaca yang tidak mendukung,” ujar Kapten Kapal KN SAR Kresna, Kapten Supriadi, kepada Serambi, kemarin.

Saat tiba di Pulau Bunta, menurutnya, KN Kresna tidak bisa merapat ke pantai. Sebab, pulau tak berpenghuni ini tidak memiliki pelabuhan. Sehingga ABK yang terdampar di pantai dievakuasi dengan sea rider dari pantai ke kapal SAR. Pukul 10.50 WIB semua ABK sudah tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dalam kondisi selamat dan kemudian langsung diantar ke Lampulo.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved