Dana BPNT 268 Keluarga di Abdya Empat Bulan tidak Cair, Ini Penyebabnya

Penerima BPNT yang terdaftar mencapai 12.035 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebar di 152 desa dalam sembilan kecamatan.

Dana BPNT 268 Keluarga di Abdya Empat Bulan tidak Cair, Ini Penyebabnya
Petugas dari Kecematan Susoh, Kabupaten Abdya, terdiri dari TKSK, PKH dan Penmdamping Desa, sedang memverifikasi identitas warga yang terdaftar dalam KPM (keluarga penerima manfaat) bantuan sosial beras keluarga sejahtera (bansos rastra) jatah Januari 2018 dalam penyaluran dipusatkan di Gedung Musyawarah setempat, Senin (12/2/2018). Protes muncul warga dari 29 desa karena mamsih banyak warga yang layak menerima, tapi tak masuk daftar, sebaliknya banyak warga yang tidak layak atau mampu secara ekonomi justru masuk datar sebagai penerima 10 kg rastra per bulan itu. SERAMBI/ZAINUN YUSUF 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Penyaluran BPNT (bantuan pangan non tunai) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dimulai sejak Mei 2018 lalu.

Penerima BPNT yang terdaftar mencapai 12.035 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebar di 152 desa dalam sembilan kecamatan sejak dari Babahrot sampai Lembah Sabil.  

Dalam pelaksanaannya, dari 12.025 KPM yang seharusnya mendapat bantuan pangan senilai Rp 110.000 per bulan/KPM itu, sebanyak 268 KPM diantaranya tidak melakukan percairan atau tidak membelanjakan bahan pangan.

Baca: 12.035 KPM Abdya belum Terima Rastra Jatah Januari, Kenapa ?

Kepala Dinas Sosial Abdya, Ikhwansyah TA SH dihubungi Serambinews.com, Senin (20/8/2018) menjelaskan informasi diperoleh  Bank BRI sebagai bank penyalur bahwa dari 12.035 KPM, sebanyak 268 KPM diantaranya tak bisa dicetak Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) atau kartu kombo.

Padahal, kartu kombo tersebut digunakan setiap KPM untuk membelanjakan bahan pangan di e-warung yang ditetapkan senilai Rp 110.000 per bulan/KPM.

Daftar penerima BPNT sebanyak 12.035 KPM di Abdya sudah dikirim pihak Kementerian Sosial RI kepada PT Bank BRI Cabang Blangpidie sebagai bank penyalur.

Penyaluran BPNT dimulai sejak Mei 2018 setelah masing-masing KPM mendapatkan KKS atau kartu kombo dari pihak BRI setempat. Kartu kombo tersebut dicetak setelah masing-masing KPM melengkapi bahan administrasi, seperti foto copy KK dan e-KTP.

Akan tetapi, kata Ikhwansyah, hingga memasuk bulan Agustus, ini sebanyak 268 KPM yang tersebar sejumlah desa/gampong di Abdya  tidak melengkapi bahan administrasi kepada bank BRI untuk dicetak KKS atau kartu kombo.

Baca: PKPM Gelar Pelatihan Penguatan Identitas

“Itu berarti, 268 KPM tak mencairkan BPNT selama empat bulan terakhir atau sejak Mei lalu,” kata Kadis Sosial Abdya, Ikhwansyah TA.

Dugaan sementara, katanya, diantara  268 KPM tidak melengkapi persyaratan admistrasi ke BRI untuk mencetak kartu kombo karena beberapa sebab. Ada yang sudah pindah alamat tempat tinggal, meninggal dunia dan identitasnya tidak sesuai dengan daftar KPM yang dikeluarkan Kementerian Sosial RI atau karena sebab lain.

“Kita sedang mencari tahu penyebab sehingga KKS tidak bisa melengkapi bahan administrasi yang diminta untuk mencetak KKS. Kalau memang orangnya tidak ada, maka akan diusul nama pengganti yang layak menerima BPNT,” kata Kadis Sosial Abdya itu. (*) 

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved