Dukung Penertiban Waria, Ini Ancaman Wakil Bupati Abdya

"Kita tidak membenci pekerjan mereka, namun yang tidak kita benci, adalah cara mereka yang telah menyalahi kodrat,"

SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Kasi Penindakan dan penegakan Perda Satpol PP Abdya, Zulfikar mencoba menenangkan keuchik Desa Geulumpang Payoeng yang terpancing emosi dengan sikap pemilik salon, Senin (20/8/2018). 

Laporan Rahmat Saputra | Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar MT mengapresiasi langkah cepat camat Blangpidie dan satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turun ke sejumlah salon dan rumah kecantikan di kawasan kecamatan Blangpidie, Senin (20/8/2018) sore.

"Kita tidak membenci pekerjan mereka, namun yang tidak kita benci, adalah cara mereka yang telah menyalahi kodrat," ujar wakil Bupati Abdya, Muslizar MT kepada Serambinews.com merespon langkah camat Blangpidie dan Satpol PP Abdya yang turun ke sejumlah salon yang meresahkan warga.

Untuk itu, Muslizar meminta pada para pengusaha salon dan rumah kecantikan di Kabupaten setempat tidak menyalahgunakan izin usahanya.

"Kita mendukung cara mereka mencari uang, tapi tidak menyalahi aturan dan kodrat, dengan menjadi waria," sebutnya.

Baca: Setelah Video Waria Ikut Tarik Tambang Viral di Medsos, Camat Blangpidie Razia Sejumlah Salon

Selama ini, katanya, pemerintah selalu mendukung dan mempermudah pengurusan izin bagi masyarakat yang ingin membuka usaha.

"Kalau mereka membuka usaha dengan cara seperti itu, maka kita menolak," tegasnya.

Jika perlu, sambungnya, pihainya akan melakukan razaia dengan menghadirkan kokter untuk melakukan pemeriksaan kelamin mereka.

"Jika mereka laki-laki, namun gayanya seperti perempuan, ya sudah kita potong saja kelaminnya," sebutnya.

Dia tambahkan, sikap waria itu telah dilarang dalam agama dan negara. Maka, pemerintah Abdya akan bertindak tegas, jika para waria itu tidak mengindahkan himbauan pemerintah.

"Kalau mereka mau jadi perempuan, potong tu kelaminnya, janganlah menyalahi kodrat seperti ini. Cari uang dengan cara yang baik saja dan tidak menyalahi kodrat, selain halal, masyarakat juga nyaman," pintanya.

Kabarnya, penertiban itu dilakukan, pasca munculnya sekelompok waria yang ikut lomba tarik tambang dalam rangka memperingati HUT RI ke-73 di salah satu desa di kawasan Blangpidie.

Video tersebut viral di sejumlah media sosial, facebook dan whatsapp. Tak sedikit, para netizen mengecam aksi waria tersebut. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved