Breaking News:

Lifter Aceh Sabet Perunggu

Atlet angkat besi putra Indonesia asal Aceh, Surahmat Bin Suwoto Wijoyo menyumbang medali perunggu untuk Indonesia

Editor: bakri
LIFTER Indonesia asal Aceh, Surahmat bin Suwoto Wijoyo berteriak usai melakukan angkatan clean and jerk pada nomor angkat besi putra 56 kg Asian Games ke-18 2018 di JiExpo, Jakarta, Senin (20/8). Ia berhasil meraih perunggu pada nomor tersebut. 

* Asian Games 2018

JAKARTA - Atlet angkat besi putra Indonesia asal Aceh, Surahmat Bin Suwoto Wijoyo menyumbang medali perunggu untuk Indonesia melalui cabang angkat besi 56kg di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin kemarin.

Surahmat merupakan lifter binaan dari Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Beban, Binaraga, dan Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABBSI) Aceh. Peraih medali emas pada PON Jawa Barat 2016 tersebut kembali diproyeksikan untuk bertanding di PON 2020 di Papua. Saat ini, dia tercatat sebagai atlet binaan KONI Aceh. “Saya persembahkan untuk Indonesia karena sedang merayakan HUT Kemerdekaan,” kata dia, di arena JI Expo, Kemayoran, Jakarta.

Menurut suami Nurlaili itu, dirinya terpicu untuk mengangkat barbel 153 kg pada jenis angkatan clean and jerk karena ada medali di sana. “Saya terpacu karena ada medali. Memang angkatan pertama 153 kg gagal, dan saya punya keyakinan bisa meraihnya di angkatan ke dua atau terakhir saya,” kata bapak satu anak ini.

Menyinggung apa rencana selanjutnya, lelaki berusia 29 tahun itu mengaku akan terus siap jika memang masih dibutuhkan sebagai atlet. “Sampai saya memang sudah tidak mampu lagi,” katanya.

Dia pun mengaku ingin menjadi pelatih setelah tidak aktif lagi sebagai lifter lantaran kecintaannya kepada olahraga tersebut. Penggemar sepak bola itu pun mengaku akan terus berlatih dengan bimbingan pelatih yang memiliki program terarah serta strategi.

Seperti dilansir Tribunnews.com, pada angkatan snatch, Surahmat berhasil mengangkat beban seberat 119 kg tanpa kesulitan. Pada angkatan clean and jerk di kesempatan pertama, ia berhasil mengangkat beban seberat 146 kg. Namun, di kesempatan kedua ia gagal mengangkat beban seberat 153 kg.

Tetapi pada kesempatan ketiga, Surahmat berhasil mengangkat beban seberat 153 kg. Dengan total angkatan 272 kg, Surahmat berhasil mendapatkan medali perunggu.

Peraih medali emas, Yun Chol Om asal Korea pada angkatan snatch berhasil mengangkat beban 127 kg. Namun pada kesempatan kedua dan ketiga ia gagal mengangkat beban 131 kg. Pada angkatan clean and jerk, ia berhasil mengangkat beban 160 kg dikesempatan pertama. Namun, pada kesempatan kedua dan ketiga ia gagal mengangkat beban 172 kg dengan total point 287.

Perak dipegang oleh Kim Tuan Thach asal Vietnam setelah di snatch berhasil mengangkat beban seberat 128 kg. Pada babak clean and jerk, dia berhasil mengangkat beban 152 kg dengan total keseluruham angkatan 280 kg.

Surahmat memang tidak diunggulkan. Dalam daftar 10 lifter yang dikeluarkan panitia, Surahmat yang memiliki total angkatan 270 kg itu berada di peringkat keempat.

Peringkat pertama diduduki Choi Om Yun (Korea Utara) dengan total angkatan 295 kg, disusul Toan Tran Ie Quoc (Vietnam) 286 kg, Tuan Thatch Kim juga dari Vietnam 286 kg.

“Surahmat menjadi kuda hitam. Tak diunggulkan tetapi dia mampu menyumbangkan medali perunggu. Semua ini tidak terlepas dari hasil kerja kerasnya selama mengikuti pelatnas angkat besi,” kata pelatih kepala Tim Angkat Besi Indonesia di Asian Games 2018, Dirdja Wihardja usai pertandingan.(tribunnews/ant)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved