Rizal Ramli: Kalau Masih Nyalahin Pemerintah Sebelumnya Artinya Tidak Mampu Selesaikan Masalah

Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli turut menanggapi utang negara yang saat ini menumpuk.

Rizal Ramli: Kalau Masih Nyalahin Pemerintah Sebelumnya Artinya Tidak Mampu Selesaikan Masalah
TRIBUNNEWS.COM
Rizal Ramli 

Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pembayaran pokok utang pemerintah untuk tahun 2018 sebagian besarnya dari utang yang dibuat sebelum periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau sebelum 2015 yakni pada era Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu ia sampaikan ketika menanggapi pernyataan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Menurut Sri Mulyani, Zulkifli merupakan bagian dari kabinet saat itu sehingga seharusnya tahu bahwa utang yang jatuh tempo tahun ini berasal dari masa jabatannya dahulu.

Baca: Kejar-kejaran di Tol Medan-Binjai, Polisi Tembak Mati Sindikat Narkoba Asal Aceh dan Malaysia

Baca: Najwa Shihab Bicara soal Politik di Nebeng Boy: Saya Tuh Cuma Galak sama Setya Novanto

Adapun 31,5 persen dari pembayaran pokok utang tahun ini turut dipakai sebagai instrumen Surat Perbendaharaan Negara (SPN) atau SPN Syariah dengan tenor di bawah 1 tahun.

"Itu merupakan instrumen untuk mengelola arus kas. Pembayaran utang saat ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi dari utang masa lalu, mengapa baru sekarang diributkan?," tutur Sri Mulyani yang dilansir dari Kompas.com.

Sri Mulyani justru mempertanyakan, kenapa Zulkifli yang saat itu ada di kabinet tidak pernah menyampaikan kekhawatiran kewajaran antara perbandingan pembayaran pokok utang dengan anggaran kesehatan.

Padahal, rasionya lebih tinggi dari yang sekarang.

"Jadi, ukuran kewajaran yang disebut Ketua MPR sebenarnya apa?," tanya Sri Mulyani.

Simak penjelesan lengkap Sri Mulyani di bawah ini.

 (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Rizal Ramli: Kalau Masih Nyalahin Pemerintah Sebelumnya Artinya Tidak Mampu Selesaikan Masalah

 

Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved