Kuala Dangkal, Nelayan Minta Normalisasi

Para nelayan di kawasan Jangka, Bireuen mengeluhkan dangkalnya mulut kuala sejak dua tahun terakhir

Kuala Dangkal, Nelayan Minta Normalisasi
Satu unit speadboat membawa nelayan ketika melewati muara Krueng Cangkoi di Padang Seurahet, Meulaboh, Selasa (25/8). Boat nelayan terpaksa ditambatkan di laut karena muara dangkal.SERAMBI/RIZWAN 

BIREUEN – Para nelayan di kawasan Jangka, Bireuen mengeluhkan dangkalnya mulut kuala sejak dua tahun terakhir, sehingga mereka kesulitan untuk keluar masuk perahu atau boat. Nelayan mengharapkan mulut kuala yang dangkal segera dinormalisasi untuk memudahkan perahu mereka keluar berlayar.

“Kalau boat (perahu) hendak melaut, terpaksa menunggu jam 3 pagi atau saat air pasang untuk bisa keluar. Begitu juga saat akan kembali dari melaut, nelayan mesti menunggu air pasang juga,” ujar Ismuar, warga Jangka kepada Serambi, Jumat (24/8) kemarin.

Dia membeberkan, mulut Kuala Jangka memang sudah pernah dikeruk beberapa kali. Tapi, sekarang dangkal lagi, bahkan sudah berpindah posisi. Para nelayan mengharapkan perhatian pemerintah untuk membangun kolam labuh atau penahan ombak (breakwater) sehingga para nelayan mudah pergi dan pulang melaut.

Informasi yang diperoleh Serambi, selain Kuala Jangka, mulut Kuala Pawon yang juga berada di kawasan Jangka, mengalami hal serupa. Termasuk Kuala Sukon Samalanga dan sejumlah kuala lainnya yang juga mengalami kedangkalan sehingga sangat menyusahkan nelayan dalam pergi dan pulang melaut.

Camat Jangka, Alfian SSos kepada Serambi mengakui, pihaknya sudah menerima laporan nelayan tentang kondisi mulut kuala yang memang sulit untuk boat berangkat melaut atau pun merapat. Keluhan nelayan itu, ucapnya, sudah disampaikan ke Bupati Bireuen, H Saifannur SSos beberapa waktu lalu, sehingga diharapkan dinas terkait bisa segera melihat kondisi mulut kuala. “Terlepas dari program minapolitin, mulut Kuala Jangka hendaknya segera dikeruk dan dibangun jetty atau kolam labuh untuk memudahkan nelayan,” ungkapnya.(yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved