Puluhan Gajah Rusak Tanaman

Puluhan gajah liar kembali masuk ke perkebunan warga di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur

Puluhan Gajah Rusak Tanaman
IST
Seekor gajah liar yang terpisah dari kelompoknya mengobrak-abrik tanaman milik warga di Keumala, Rabu (6/12/2017). 

* Warga Alami Kerugian Besar

IDI-Puluhan gajah liar kembali masuk ke perkebunan warga di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Senin (20/8) malam. Akibatnya, tanaman di perkebunan warga diobrak-abrik.

“Ada sekitar tiga puluhan ekor gajah masuk ke kebun. Seperti di kebun saya, tanaman kakao dan durian yang sedang berbuah habis dirusak gajah,” ungkap Zakaria, warga Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (24/8), seraya menyebutkan hingga Jumat sore kawanan gajah ini masih berada di kawasan perkebunan warga di daerah itu.

Akibat kejadian ini, kata Zakaria, petani mengalami kerugian besar. Oleh karena itulah, petani di daerah setempat berharap pemerintah serius menangani konflik gajah dengan warga.

“Kami juga mohon bantuan bibit tanaman yang tidak berisiko diganggu gajah seperti jeruk nipis, lada, kemiri, dan lain-lain,” ungkap Zakaria seraya menyebutkan dengan beralih ke jenis tanaman lain akan lebih aman. Kata Zakaria, warga tidak tahu harus berbuat apa. Rencana pengalihan jenis tanaman ini merupakan inisiatif warga, supaya tidak terus merugi digasak binatang berkuping lebar itu. Namun, kata Zakaria, rencana tersebut tidak akan bisa diwujudkan tanpa bantuan pemerintah.

Pengamatan Serambi di lapangan, Jumat kemarin, tanaman-tanaman yang dirusak gajah seperti kakao, durian, pisang, sawit, dan tanaman lainnya. Tanaman yang paling disukai gajah adalah sawit. Itu sebabnya, hampir semua tanaman sawit milik petani habis dirusak gajah dan tidak tersisa.

Sedangkan kakao saat ini sedang memasuki musim panen, namun tidak luput dari amukan binatang tersebut. Selain pohonnya direbahkan, buahnya juga habis dimakan binatang berbelalai itu. Seorang petani bercerita, dirinya sangat berharap pada hasil panen kakao, meskipun harganya belum sesuai harapan. Namun apa lacur, semua sirna seketika ketika puluhan gajah datang dan mengobrak-abrik semua isi kebun. “Padahal saya sangat berharap pada hasil kebun ini, tapi ya bagaimana lagi. Sudah tidak ada rezeki,” tandas warga Gampong Seumanah Jaya itu.

Pengusiran
Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengatakan, pihaknya akan berupaya melakukan pengusiran terhadap gajah yang masuk ke kebun warga di Seumanah Jaya. “Saya sudahinstruksikan petugas CRU Serbajadi untuk turun lebih dulu membantu masyarakat mengusir gajah, sambil menunggu bantuan personel lainnya,” ungkap Sapto. Di sisi lain, jelas Sapto, pembangunan barier gajah hingga saat ini masih terus berlangsung.

“Kami terus menagih komitmen para pihak untuk membangun barier ini. Karena sebelumnya para pihak sudah sepakat membangun barier dengan kuota yang telah disepakati masing-masing pihak,” jelas Sapto.(c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved