KIP Siap Hadapi Gugatan Puteh

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyatakan siap menghadapi gugatan yang diajukan oleh Abdullah Puteh

KIP Siap Hadapi Gugatan Puteh
IST
Munawarsyah 

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menyatakan siap menghadapi gugatan yang diajukan oleh Abdullah Puteh ke Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP).

“Ya kita harus siap, itu risiko. Sebagai penyelenggara, tentu KIP siap mengahadapi gugatan dugaan melanggar kode etik yang diajukan Pak Abdullah Puteh dengan kuasa hukumnya tersebut,” kata Komisioner KIP Aceh, Munawarsyah saat ditanyai Serambi, Sabtu (25/8).

Abdullah Puteh yang merupakan bakal calon anggota DPD RI dari Aceh, mengadukan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan KIP Aceh ke DKPP, Jumat (23/8) karena kedua lembaga itu dinilai telah bertindak zalim dengan tidak menjalankan keputusan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh yang memerintahkan KIP Aceh memproses pendaftaran Abdullah sebagai calon anggota DPD RI.

Menurut Munawarsyah, KIP Aceh bukan tidak menjalankan keputusan Panwaslih Aceh, tapi menunda pelaksanaan keputusan dikarenakan ada surat KPU RI yang meminta KIP Aceh untuk menunda pelaksanaan tersebut. “Kan KIP Aceh diminta untuk menunda pelaksanaan keputusan Panwaslih oleh KPU RI sampai ada penjelasan dari Bawaslu RI terhadap pertimbangan hukum terkait keputusan Panwaslih Aceh kepada Pak Abdullah Puteh. Makanya kita menundanya,” jelas Munawar.

Diketahui, KIP Aceh awalnya mencoret nama Abdullah Puteh dari daftar bakal calon DPR RI asal Aceh, karena dirinya melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang melarang koruptor menjadi calon senator.

Tak terima dicoret, Puteh menempuh jalur hukum, menggugat KIP Aceh ke Panwaslih Aceh. Gugatannya terhadap keputusan KIP Aceh dikabulkan oleh Panwaslih Aceh melalui putusan nomor 001/PS/Bawaslu-Prov-Ac/VII/2018 dalam sidang ajudikasi pada Kamis (9/8).

Namun, putusan Panwaslih itu tak dihirau oleh KIP Aceh. Dalam rapat pleno KIP Aceh Sabtu (18/8), nama Abdullah Puteh tak disebut sebagai bakal calon yang lolos verifikasi, karena itulah Puteh kembali menempuh jalur hukum, melaporkan KPU RI dan KIP Aceh ke DKPP.

Munawar menjelaskan, setelah diputuksan oleh Panwaslih dalam sidang saat ajudikasi saat itu, KIP Aceh diberikan waktu selama tiga hari untuk menjalankan putusan tersebut. Saat KIP Aceh ingin menjalankan putusan dimaksud, ternyata pada hari kedua, KPU menyurati KIP Aceh, meminta menunda pelaksanaan putusan Panwaslih Aceh itu.

“Inilah alasan kita tidak menjalankan putusan Panwaslih Aceh. Karena kita diminta KPU RI untuk menundanya hingga ada ketarangan lanjut dari Bawaslu RI terhadap putusan Panwaslih Aceh itu,” kata Munawar.

Soal Abdullah Puteh yang kemudian menempuh jalur hukum dengan mengadukan KIP Aceh dan KPU ke DKPP, menurut Munawarsyah itu adalah hak Abdullah Puteh dan kuasa hukumnya. “Itu hak mereka, mungkin kami diduga melanggar kode etik. Yang penting sebagai penyelenggara, KIP Aceh siap menghadapi gugatan ini,” tegas Munawarsyah.

Munawarsyah mengatakan, Bawaslu RI ternyata sudah memberi pertimbangan hukum terkait putusan Panwaslih Aceh kepada KPU RI sebagaimana permintaan KPU RI. Surat yang dikirim Bawaslu RI ke KPU RI itu juga diterima KIP Aceh beberapa waktu lalu.

“Sudah kita terima suratnya, isinya tetap pada prinsip, bahwa subtansinya Bawaslu RI meminta kita untuk tetap menjalankan putusan itu, sudah ada penjelasakan Bawaslu RI kepada KPU RI dan sudah kita terima suratnya,” kata Munawarsyah.

Meski Bawaslu RI sudah memerintahkan KPU RI untuk menjalankan putusan Panwaslih Aceh tersebut, namun KIP Aceh tetap tidak bisa menjalankannya sebelum ada instruksi lebih lanjut dari KPU kepada KIP Aceh. Dalam hal ini, KIP Aceh tetap harus menunggu instruksi atau perintah dari KPU RI.

“Kemarin saat kita ingin melaksanakan putusan Panwaslih dari sidang ajudikasi, tidak bisa kita laksanakan karena diminta KPU untuk menundanya. Nah sekarang, kalau sudah ada jawaban Bawaslu ke KPU RI, berarti kita menunggu KPU RI memerintahkan kita untuk melaksanakannya kembali, karena kita kan hirarki,” pungkas Munawarsyah. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved