Semua Jamaah Haji Aceh Sudah Kembali ke Mekkah

Semua jamaah haji Aceh sudah menyelesaikan kegiatan puncak haji 1439 Hijriah mulai dari wukuf di Arafah

Semua Jamaah Haji Aceh Sudah Kembali ke Mekkah
Zulkarnain Jalil

BANDA ACEH - Semua jamaah haji Aceh sudah menyelesaikan kegiatan puncak haji 1439 Hijriah mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Mudzalifah, dan melontar jumrah di Mina. Saat ini jamaah haji Aceh sudah kembali ke penginapan masing-masing di Mekkah.

“Alhamdulillah jamaah haji Aceh sudah kembali ke hotel di Mekkah. Berdasarkan laporan petugas kloter, sejak kemarin saat tiba di Mekkah ada jamaah yang langsung melaksanakan tawaf ifadhah, dan ada juga yang istirahat. Hari ini baru melaksanakan tawaf,” Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs HM Daud Pakeh, kepada Serambi, Sabtu (25/8).

Menurutnya, secara umum kondisi jamaah haji Aceh dalam keadaan sehat. Hanya tiga orang yang dirawat di KKHI dan satu jamaah dirujuk ke RSAS karena sakit jantung dan dehidrasi.

Daud Pakeh mengimbau kepada jamaah menggunakan sisa waktu di Mekkah untuk memperbanyak ibadah di Masjid Haram. “Sehingga tak menyesal nanti saat meninggalkan Kota Suci Mekkah Al Mukarramah,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada petugas kelompok terbang (kloter) untuk memastikan semua jamaah haji Aceh sudah melaksanakan tawaf ifadhah serta kesempurnaan dalam hal rukun dan wajib haji. Daud Pakeh juga meminta petugas kloter untuk mendampingi jamaah haji yang kurang paham atau melakukan pelanggaran ihram atau larangan dalam berhaji agar dapat diselesaikan segera sebelum ke Madinah.

Ojek kursi roda panen
Sementara itu, wartawan Serambi, H Zulkarnain Jalil, dari Mekkah, tadi malam WIB, melaporkan, jika di Indonesia yang biasa dijadikan ojek adalah sepeda motor, maka di Arab Saudi

yang dijadikan sebagai perangkat ojek adalah kursi roda. Seperti di Mina, sebagian jamaah lansia dan yang sakit menggunakan jasa ojek kursi roda untuk menuju tempat melontar jumrah. Tentu saja, menurutnya, pada musim haji seperti sekarang ini, ojek jenis yang tergolong unik ini laris manis.

H Zulkarnain melaporkan, tukang ojek kursi roda di Arab Saudi umumnya adalah pria berusia muda. Sebab, dibutuhkan tenaga ekstra untuk mendorong kursi roda dengan jarak tempuh pulang pergi berkisar 6-7 kilometer. Begitupun, di sela-sela rombongan, kerap juga terlihat sejumlah pria yang sudah berumur mendorong ojek ini. Faktor ekonomi bisa jadi salah satu alasan untuk ikut menikmati rejeki tahunan ini.

“Tarif ojek kursi roda rata-rata 500 riyal Arab Saudi. Namun, tarif tersebut bisa saja lebih mahal atau lebih murah, tergantung negosiasi. Jadi, pemakai jasa ojek tersebut mesti pintar nego dengan tukang ojeknya,” ungkap Zulkarnain via pesan WhatsApp (WA).

Adnan Ali Laban (64), jamaah haji Aceh, Jumat (24/8), memakai jasa ojek kursi roda untuk melontar jumrah pada hari ke-3 tasyrik. “Awalnya mereka pasang tarif 600 riyal, tapi saya tawar hingga akhirnya deal 400 riyal. Lumayan lah,” tutur Ali yang merupakan jamaah Kloter 3 Embarkasi Aceh. Lain halnya dengan Ainal Mardhiah (60), yang juga jamaah Kloter 3 Aceh. Ia memanfaatkan jasa resmi di maktab dengan tarif flat 500 riyal.

Begitulah, selama 4 hari tukang ojek ini mendorong kursi roda dari maktab menuju Terowongan Mina. Riyal demi riyal mereka kumpulkan. Umumnya mereka adalah anak anak muda imigran Afrika, bahkan ada pull pelajar mahasiswa yang mengais rejeki setahun sekali.

Dengan adanya jasa ojek kursi roda, tambah Zulkarnain, jamaah haji yang sakit atau sudah tua tidak perlu bersusah payah berjalan melewati Terowongan Mina untuk menuju tempat pelontaran jumrah. “Adapun di Masjidil Haram, jasa layanan kursi roda lebih resmi dan sering mangkal di depan masjid menunggu jamaah. Petugasnya memakai seragam dan tarifnya berkisar 200 riyal. Utamanya melayani jamaah yang ingin thawaf dan sa’i,” demikian H Zulkarnain Jalil.(una/jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved