11 TKI Aceh Telantar di Kalbar

Sebanyak 11 warga Aceh yang diduga korban penipuan agen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal sudah beberapa hari

11 TKI Aceh Telantar di Kalbar
SEBELAS warga Aceh berada di Polsek Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat setelah kabur dari Malaysia dengan jalan kaki selama tiga hari, Senin (27/8). 

* Diduga Korban Agen

LHOKSUKON - Sebanyak 11 warga Aceh yang diduga korban penipuan agen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal sudah beberapa hari telantar di perbatasan wilayah Malaysia-Indonesia, kawasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Informasi itu diperoleh Serambi dari Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma, yang saat ini sedang mengupayakan supaya TKI tersebut bisa segera dipulangkan.

“Saya mendapat informasi tersebut melalui media. Kemudian meminta staf ahli saya Muhammad Daud untuk mencari nomor kontak TKI tersebut untuk dapat dihubungi. Tadi dia sudah berkomunikasi dengan Nur Julian, satu dari 11 TKI itu,” kata Haji Uma, kemarin.

Dia menyebutkan, dari hasil komunikasi itu diketahui bahwa 11 warga Aceh tersebut masih berada di Polsek Entikong, Sanggau, Provinsi Kalbar. Kondisi mereka sangat memprihatinkan, karena sudah tidak memiliki biaya untuk pulang ke Aceh.

Haji Uma mengaku sangat prihatin, dan meminta staf ahlinya Muhammad Daud berkomunikasi dengan Kantor Daerah DPD RI di Pontianak, untuk menjemput TKI tersebut dari Polsek ke Kantor Daerah DPD RI Pantianak. “Mereka ini korban penipuan agen penyalur tenaga kerja ilegal,” ujar Haji Uma.

Dia juga mengaku sudah menghubungi Ketua DPD RI, H Oesman Sapta, untuk menyampaikan hal itu supaya bisa membantu mencari solusi, sehingga 11 warga Aceh tersebut dapat dipulangkan dari Entikong. “Ketua DPD RI tadi kepada saya menyampaikan akan turut membantu, mulai dari biaya nantinya untuk pemulangan, kemudian transportasi untuk membawa mereka ke Kantor Daerah DPD RI Pontianak, serta tempat penampungan sementara sebelum dipulangkan ke Aceh,” katanya.

Anggota DPD RI, H Sudirman alias Haji Uma juga mengungkapkan bahwa 11 TKI dibawa ke kawasan Miri, Malaysia, oleh agen TKI ilegal, sebulan yang lalu untuk bekerja di sebuah perusahaan perkebunan. Mereka dijanjikan gaji 4.000 ringgit Malaysia (RM) per bulan. Namun, ternyata mereka hanya digaji 55 RM per bulan, dan para TKI memutuskan kabur dari lokasi kerja karena merasa tertipu.

“Mereka terpaksa kabur melalui hutan, karena paspor mereka sudah ditahan agen tersebut. Mereka berjalan kaki selama tiga hari tiga malam melalui hutan, sehingga mereka sampai di kawasan Entikong. Kemudian mereka dibawa ke Polsek Entikong. Mereka tak memiliki uang sepeser pun untuk pulang,” pungkas Wakil Ketua PURT DPD RI tersebut.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved