Asing akan Investasi di KEK Arun

Dua perusahaan asing, yakni PT Aksa Energi dari Turki berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas

Asing akan Investasi di KEK Arun
Eks kilang Arun NGL Co, salah satu landskap Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe 

* PLTMG 250 MW dan Pengolahan Air Minum

BANDA ACEH - Dua perusahaan asing, yakni PT Aksa Energi dari Turki berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 250 MW bernilai investasi 257 juta dolar AS atau Rp 3,5 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Sedangkan satu perusahaan dari Korea ingin membangun pabrik pengolahan air minum dan air bersih di KEK Arun.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (Dirut PDPA), Ir Zubir Sahim, menyampaikan hal ini kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (27/8). Menurutnya, hal ini diketahuinya dalam paparan rencana bisnis Badan Usaha Pengelola dan Pembangunan (BUPP) KEK Arun Lhokseumawe baru-baru ini. “Saat ini PT Aksa Energi sedang menunggu izin Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik (RUPTL) dari PLN Pusat,” kata Zubir didampingi Direktur SDM dan Umum PDPA, Muhammad YY Dinar.

Ia mengatakan perusahaan itu tertarik membangun PLTMG karena di lokasi KEK Arun juga sudah duluan ada PLTMG milik pemerintah berkapasitas 165 MW. Kemudian, pemerintah memberikan jaminan pasokan gas dari Tangguh, Papua dan sumber gas lokal. Selain itu, pemerintah pusat juga akan membangun kembali PLTMG berkapasitas 250 MW di KEK Arun yang kini sedang pembersihan lahan dan rencana pembangunan fisiknya mulai 2019. “Sedangkan sebuah perusahaan dari Korea ingin membangun pengolahan air minum dan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan di KEK Arun dan sekitarnya,” jelas Zubir.

Zubir yang dulu pernah menjabat Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), menambahkan dirinya baru diangkat oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah sebagai Plt Dirut PDPA pada minggu pertama Agustus 2018. Ia menggantikan Dirut lama Mursid yang masa tugasnya akan berakhir dan kini sudah mengundurkan diri karena maju sebagai caleg DPRA 2019. “Setelah dilantik pada minggu pertama Agustus 2018, Plt Gubernur Aceh, meminta saya membenahi kembali internal organisasi PDPA dan menghadiri RUPS Badan Usaha Pengelola dan Pembangunan KEK Arun yang usianya sudah berjalan setahun,” kata Zubir.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dr Aulia Sofyan, mengakui dirinya juga mendapat informasi terkait ada perusahaan dari Turki dan Korea ingin berinvestasi di KEK Arun. Ia menceritakan KEK Arun digagas empat perusahaan konsorsium pengusul, yaitu PT PIM, PDPA, PT Pelindo, dan Pertamina. Dua di antaranya sudah menyetor saham, yakni PT PIM dan PDPA. Oleh karena itu, pada minggu lalu setelah berjalan setahun, dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perdana oleh kedua perusahaan itu yang dihadiri Dirut PT PIM Zaki Ahmad dan Plt Dirut PDPA, Zubir Sahim. Sedangkan dua perusahaan lagi yaitu PT Pelindo dan PT Pertamina, akan menyetor saham Oktober 2018.

“Selain perusahaan dari Turki dan Korea, ada beberapa lagi yang juga sudah mendaftar penanaman investasinya, yaitu kerja sama PT Pelindo dengan sejumlah perusahaan swasta yang akan membangun tangki penimbunan CPO di Pelabuhan Kek Arun, kerja sama PT Pelindo dengan PT East Continen Gas Indonesia dalam bidang LPG Pressurised dan pabrik bottling LPG.

Kerjasama PT Pelindo dengan PT Prosperity Building Material dalam bidang usaha pengantongan semen. Kerja sama PT Pelindo dengan PT STAR bidang usaha play wood dan lainnya,” sebut Aulia.

Menurutnya, sejumlah perusahan bersedia berinvestasi di KEK Arun karena sarana dan prasaranas infrastrukturnya sudah tersedia dan berstandar internasional, termasuk sudah adanya pelabuhan. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved