Breaking News:

Pemko Izinkan PKL Berjualan di Dekat Masjid Raya, tapi Hanya Satu Minggu Setelah Idul Adha 

Hal itu hasil kesepakatan antara Forkopimda Banda Aceh dengan perwakilan PKL sebelum Idul Adha.

Penulis: Eddy Fitriadi | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADI
Pedagang kaki lima (PKL) nekat berjualan di badan Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, tepatnya di samping Masjid Raya Baiturrahman, Rabu (17/1/2018). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh memberikan waktu satu minggu setelah Idul Adha 1438 H (23-29 Agustus 2018) bagi pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan kembali di area dekat Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, tepatnya di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Gampong Baro, Banda Aceh. 

Hal itu hasil kesepakatan antara Forkopimda Banda Aceh dengan perwakilan PKL sebelum Idul Adha.

Setelah tenggat itu berakhir, PKL diminta untuk meninggalkan area dekat Masjid Raya itu ke lokasi baru yang akan ditentukan Pemko Banda Aceh. 

Baca: PKL di Peunayong Ditertibkan

Pedagang juga harus memindahkan gerobak dan barang dagangannya secara mandiri, tanpa harus ditertibkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh.

Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, M Hidayat kepada Serambinews.com, Rabu (29/8/2018). 

Hidayat mengaku ada kesepakatan antara Pemko dan PKL terkait izin berjualan di area terlarang itu setelah lebaran Idul Adha. Namun perjanjian tersebut berlaku sampai lebaran ketujuh (23-29 Agustus 2018).

Baca: Kios Tenda di Pasar Aceh Terbakar

“Tujuh hari setelah lebaran, mereka harus pindah ke lokasi lain yang ditawarkan Pemerintah Kota. Karena mereka berjualan di situ sifatnya sementara,” ujar Hidayat. Berdasarkan surat perjanjian itu, lanjutnya, PKL harus menertibkan sendiri gerobaknya pada Kamis (30/8/2018). 

Namun kata Hidayat, waktu pembubaran PKL di dekat Masjid Raya menjadi kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banda Aceh.

“Untuk kepastiannya bisa hubungi Kadis Perdagangan, karena surat perjanjian tersebut ada pada beliau,” jelas dia, dan menyebut pihaknya siap untuk menertibkan kembali PKL itu jika diperintahkan Pemko

Sementara itu, Kepala Disperindag, Koperasi dan UKM Kota Banda Aceh, T Iwan Kesuma yang dikonfirmasi Serambi, kemarin mengatakan, para PKL akan berjualan di area tersebut sampai Minggu, 2 September 2018.

“Ya kira-kira seminggu mereka di sana. Selanjutnya mereka akan dipindah ke tempat lain tanpa harus kami tertibkan,” ujar Iwan, dan mengaku pihaknya sedang menyurvei lokasi baru untuk PKL tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved