Tiga Kecamatan Krisis Pupuk

Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36 dan ZA di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

Tiga Kecamatan Krisis Pupuk
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Waka Polres Pidie, Kompol Tirta Nur Alam SE (Kanan) dan Kasat Resrim, AKP Mahliadi ST MM (Kiri) mengamankan pupuk bersubsidi yang disita dari salah satu gudang ilegal di Gampong Unoe U Bungkok, Kecamatan Glumpang Baro 

* Untuk Jenis NPK, SP-36 dan ZA

BLANGPIDIE - Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, SP-36 dan ZA di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terjadi di tiga kecamatan, Lembah Sabil, Manggeng dan Setia. Malahan, alokasi NPK Phonska dan SP-36 sudah nihil atau tidak ada lagi untuk tiga kecamatan tersebut, sedangkan alokasi pupuk ZA hanya tersedia sebanyak 4 ton.

Sementara alokasi pupuk NPK Phonska, SP-36 dan ZA untuk enam kecamatan lainnya di Abdya dilaporkan tersedia dalam jumlah sangat terbatas sehingga dipastikan tidak mencukupi kebutuhan MT Gadu 2018 yang baru berumur satu sampai dua bulan dan memasuki MT Rendengan 2018/2019 pada Oktober mendatang.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Abdya drh Nasruddin dihubungi Serambi, Selasa (28/8) menjelaskan, tiga jenis pupuk bersubsidi (NPK Phonska, SP-36 dan ZA) untuk sembilan kecamatan setempat disalurkan dua distributor. Yakni PT Pertani untuk enam kecamatan, yaitu Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie dan Tangan-Tangan.

Sedangkan kebutuhan pupuk NPK Phonska, SP-36 dan ZA untuk tiga kecamatan lainnya, yaitu Setia, Manggeng dan Lembah Sabil disalurkan PT Meuligoe Raya. Pupuk bersubsidi jenis urea untuk seluruh kecamatan di Abdya juga disalurkan distributor PT Meuligoe Raya.

Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh pada 3 Januari 2018 alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Abdya tahun 2018, terdiri atas urea 2.144 ton, NPK Phonska 1.898 ton, ZA 635 ton, SP-36 495 ton, dan pupuk organik 1.100 ton.

Nasruddin menjelaskan, pihaknya bersama staf telah menggelar rapat dengan distributor, PT Meuligoe Raya dan PT Pertani di Kantor Distan dan Pangan setempat, Senin (27/8) menyikapi informasi terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi akibat alokasi tidak sesuai kebutuhan areal tanam seluas 10.267 hektare (ha) dan dua kali tanam (gadu dan rendengan) mencapai 20.534 ha.

Distributor PT Meuligoe Raya diwakili Helmi dalam rapat tersebut melaporkan alokasi dua jenis pupuk bersubsidi (NPK Phonska dan SP-36) untuk tiga kecamatan, Setia, Manggeng dan Lembah Sabil sudah nihil atau tidak ada lagi.

Sementara alokasi pupuk ZA untuk tiga kecamatan tersebut hanya tersisa sebanyak 4 ton. Sedangkan alokasi pupuk urea untuk sembilan kecamatan sejak Babahrot hingga Lembah Sabil dilaporkan PT Meuligoe Raya masih tersedia 651 ton dari alokasi 2018 sebanyak 2.144 ton.

Sementara PT Pertani Perwakilan Abdya, Safrizal dalam rapat tersebut melaporkan alokasi pupuk NPK Phonska, SP-36 dan ZA untuk enam kecamatan lainnya, yaitu Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie dan Tangan-Tangan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved