Breaking News:

Mengapa Ada Peserta Musda KNPI Subulussalam Walkout? Ini Alasan Kubu Rahman dan Pihak Edy

Safran Kombih, unsur pimpinan sidang yang juga dipercaya sebagai juru bicara menyatakan mengundurkan diri alias walkout.

Penulis: Khalidin | Editor: Yusmadi
ist
PIMPINAN sidang Musyawarah daerah (Musda) IV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Subulussalam saat menengahi perbedaan pendapat dua kubu bakal calon ketua dan pendukung, Sabtu (1/9/2018) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam. 

”Ini bukan soal bagi-bagi jabatan, sekarang kita siap untuk bertarung, siapapun yaang terpilih itulah pemenangnya,” tegas Edy.

Sedangkan kubu Abdul Rahman sebagaimana disampaikan Pak Kandong Maha, menyatakan musda tidak dapat dilaksanakan sebab kedua bakal calon tidak layak menjadi kandidat lantaran cacat secara administrasi.

Jikapun musda dilanjutkan tidak bisa lagi melalui voting tapi aklamasi namun dengan catatan. Solusi yang diberikan pimpinan rapat yakni ‘mengabaikan’ persyaratan dengan cara saling menutupi kekurangan karena masing-masing balon memiliki kelemahan persyaratan ditolak pihak Abdul Rahman.

Solusi yang diminta hanya di kepengurusan.

Akhirnya setelah deadlock, sidang diambil alih pihak DPD I KNPI Aceh yang diwakili Adenin.

Dalam sidang tersebut Adenin menyatakan pihaknya berhak mengalmbil alih karena adanyanya jalan buntu. Adenin pun menyatakan musda tersebut legal karena dihadiri lebih 50 persen peserta.

Sidang tidak berlangsung lama karena para peserta sepakat untuk menetapkan ketua terpilih secara aklamasi yakni Edy Saputra.

Baca: Dituding Ilegal, Ini Jawaban Tim Karateker DPD KNPI Nagan Raya

Ketua Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kota Subulussalam, Pak Kandong Maha mengatatakan diawal acara pihak KNPI Provinsi Aceh terlalu memaksa sesuai dengan aturan AD ART, namun setelah pihak kita setuju dan ada kekurangan syarat di kubu Edy, kata Pak Kandong KNPI Aceh malah mengarahkan tidam mesti sesuai AD ART.

Andong menambahkan Rapimda pun demikian, yang mencoret BMPAN, PPM dan dua PK adalah orang KNPI Aceh.

Karena sudah seperti ini, lanjut Andong, mereka meminta semua harus mendetail.

Andong juga mempertanyakan keberadaan SK perpanjangan pengurus DPD II KNPI Subulussalam dan jika pun ada diyakini sudah kedaluarsa.

Andong menyatakan pihaknya akan menggugat persoalan musda tersebut.

Namun, lanjut Andong hal ini nantinya dikembalikan lagi kepada balon yang gagal ikut bertarung yakni Abdul Rahman. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved