Proses Polisi Salah Tangkap

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh mendesak Kapolri dan Kapolda Aceh memproses oknum polisi

Proses Polisi Salah Tangkap
MUSTIQAL SYAH PUTRA,Direktur LBH Banda Aceh

BANDA ACEH - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh mendesak Kapolri dan Kapolda Aceh memproses oknum polisi yang diduga salah menangkap tersangka pembunuh anggota Polres Aceh Utara, Bripka Anumerta Faisal.

Desakan tersebut disuarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, dan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Direktur LBH Banda Aceh, Mustiqal Syah Putra SH kepada Serambi, Sabtu (1/9) menyampaikan, kepolisian sangat terburu-buru dalam menangkap orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Bripka Faisal. Menurutnya, penangkapan itu dilakukan tanpa didukung bukti permulaan yang cukup, sehingga terjadinya salah tangkap.

“Kapolda Aceh wajib bertanggung jawab dan harus melakukan proses penegakan hukum dan etik terhadap oknum polisi yang patut dimintai pertanggungjawaban dalam perkara ini,” kata Mustiqal.

Sebelumnya diberitakan, dalam penyergapan para tersangka pembunuhan Bripka Faisal, polisi berhasil mengamankan enam tersangka (satu meninggal di TKP dan satu lagi meninggal di rumah sakit). Belakangan diketahui tiga di antaranya tidak terlibat dalam kelompok pembunuhan Bripka Faisal sehingga dikembalikan ke keluarganya.

Ketiganya adalah Faisal, Syahrul, dan Bahagia, warga Desa Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur, yang sehari-hari berprofesi sebagai penarik ojek (RBT).

Sempat diberitakan bahwa kondisi fisik mereka saat dilepaskan dalam keadaan bonyok karena mendapat pukulan pada saat penangkapan/pemeriksaan.

Namun, informasi itu telah dibantah oleh Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardian dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Jumat (31/8). Ian mengatakan tidak ada pemukulan saat dilakukan penangkapan/pemeriksaan. Sementara foto yang memperlihatkan seorang penarik RBT dipukuli dan beredar di media sosial merupakan hasil editan. Pihak kepolisian juga telah meminta maaf kepada pihak keluarga ketiga penarik RBT tersebut.

Meskipun telah meminta maaf, Direktur LBH Banda Aceh, Mustiqal Syah Putra tetap meminta Kapolda Aceh memproses oknum polisi yang salah tangkap tersangka. Mustiqal menduga tindakan kepolisian bertentangan dengan beberapa prinsip dalam aturan hukum.

Karena itu, kata Mustiqal, LBH Banda Aceh meminta oknum polisi yang salah tangkap tersangka itu untuk diberhentikan dari jabatannya. Dia juga meminta kepolisian agar merehabilitasi nama baik dan pemulihan kondisi ketiga penarik RBT.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved