Citizen Reporter

Kampanye Selamatkan Anak di Malaysia

SAYA dari Pengurus Pusat Forum Silaturahmi Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas) mendapat undangan khusus

Kampanye Selamatkan Anak di Malaysia
BASRI A BAKAR 

Ia menyeru kepada semua lapisan masyarakat agar mendukung kampanye tersebut termasuk memberi sumbang saran ke arah yang lebih baik demi masa depan anak-anak di Malaysia dan dunia.

Sebagai bangsa yang bertamadun, anak-anak harus dibekali dengan nilai kemanusiaan yang tinggi yang diperkuatkan lagi dengan nilai-nilai luhur agama. Menurutnya, tidak ada agama yang mengizinkan penganiayaan dan pengabaian anak terjadi.

Ia berjanji dan komit untuk merancang dan melaksanakan pelbagai program dan aktivitas berkaitan kebajikan dan kesejahteraan anak di Malaysia. Program dan aktivitas yang digagas adalah berlandaskan Rencana Aksi Kanak-kanak Negara, Rencana aksi Perlindungan Kanak-kanak Negara dan Rencana Aksi Pendidikan Kesehatan Reproduktif dan Sosial Kebangsaan.

Ada yang menarik, data yang dilaporkan pihak kepolisian Darul Aman Malaysia bahwa angka kekerasan terhadap anak yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir cenderung meningkat di samping kasus-kasus spesifik yang jarang terjadi sebelumnya. Orang-orang terdekat sering bertindak di luar akal sehat seperti ayah atau paman memaksa sang anak berbuat tak senonoh. Banyak kasus kadang tidak terekspose ke publik karena korban takut melapor kepada pihak berwajib.

Peranan masyarakat tidak bisa diabaikan dalam membendung ancaman dan melindungi anak-anak. Yang dapat dilakukan antara lain membentuk kelompok/ NGO yang fokus pada isu mejaga keselamatan kanak-kanak, melapor kejadian kekerasan anak, mengumpul bukti kejadian, mewujudkan pusat-pusat konseling masyarakat setempat, dan menjadikan agenda penting NGO, masjid, rumah ibadat, dan institusi masyarakat lainnya untuk menyelamatkan anak-anak dari krisis moral dan agama.

Kalau Malaysia sudah gencar mengampanyekan upaya penyelamatan anak dari kekerasan dan krisis moral, maka Indonesia sebagai negara mayoritas Islam termasuk lebih spesifik Aceh sebagai negeri yang berlaku pelaksanaan syariat Islam, seyogianya harus lebih peduli melindungi anak-anak dari berbagai ancaman masa depan mereka, termasuk bahaya narkoba yang mewabah dari kota sampai desa.

Kalau hari ini kita tidak menanam sesuatu yang baik, maka jangan berharap kelak kita juga akan memanen sesuatu yang baik pula. Ingat, masa depan bangsa ditentukan sejauh mana kita mempersiapkan generasi muda termasuk anak-anak hari ini ke arah keselamatan jiwa raga, dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam Surah Annisa’ ayat 9 yang artinya: Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved