Nonmuhrim Dilarang Duduk Semeja

Pemkab Bireuen menerbitkan edaran standardisasi warung kopi/kafe dan restoran sesuai syariat Islam

Nonmuhrim Dilarang Duduk Semeja
SAIFANNUR, Bupati Bireuen

Bupati Bireuen, H Saifannur SSos menjelaskan secara detail tentang tujuan pihaknya menerbitkan edaran standardisasi warung, kafe, dan restoran yang sesuai dengan syariat Islam.

“Ini sebagai bentuk dakwah dan sosialisasi penegakan syariat Islam, tujuannya agar pengelola warung, kafe, dan restoran mengetahui dan memahami bagaimana mengelola warung yang tidak melanggar syariat Islam, indah, bersih, dan banyak pengunjung,” kata Saifannur menjawab Serambi, Selasa (4/9) terkait terbitnya edaran standardisasi warung, kafe, dan restoran di Bireuen yang sesuai dengan syariat Islam.

Menanggapi poin tentang pelarangan wanita nonmuhrim duduk di kafe hingga larut malam, Saifannur mengatakan, dulu suasana malam di Bireuen terutama di warung tidak ada perempuan tetapi sekarang banyak remaja putri berlama-lama di warung, kesannya tidak bagus.

“Saya lihat sendiri keadaan demikian dan tidak bagus, banyak remaja putri di kafe-kafe pada malam hari dan tidak bagus kalau bukan dengan muhrim. Kalau dengan muhrim silakan saja dan suatu hal yang baik,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Saifannur, ia menerima informasi ada remaja sepulang sekolah ganti baju dan selanjutnya nongkrong berlama-lama di kafe.

Bila dibiarkan tanpa imbauan dikhawatirkan datang Satpol PP atau WH melakukan langkah penertiban di warung-warung, apalagi warung yang remang-remang.

Saifannur kembali menegaskan, edaran tersebut bersifat dakwah dan sosialisasi hasil rumusan bersama dengan MPU Bireuen.

Karena, kata Saifannur, Aceh pada umumnya dan Bireuen pada khususnya adalah daerah bersyariat Islam, tentunya Pemkab Bireuen wajib melakukan sosialisasi dan dakwah agar semuanya berjalan sesuai syariat Islam.(yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved