Tanggapi Pengkritik ‘Nonmuhrim Dilarang Duduk Semeja’, FPI Aceh: Pakai Iman, jangan Pakai Nafsu

Di warung kopi dan kafe terlihat banyak wanita bercampur baur di antara lelaki duduk semeja, saling bercanda tawa dan buka-buka aib rumah tangga.

Tanggapi Pengkritik ‘Nonmuhrim Dilarang Duduk Semeja’, FPI Aceh: Pakai Iman, jangan Pakai Nafsu
Ketua FPI Aceh, Tgk Muslim At-Thahiri 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Front Pembela Islam (FPI) Aceh menyatakan dukungannya atas imbauan Bupati Bireuen, Saifannur, yang melarang laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya.

Imbauan tersebut adalah bahagian dari syariat Islam. Dalilnya ada dalam Alquran, hadis nabi, dan juga ijma para ulama.

"Tidak ada pendapat ulama yang membolehkan bercampur lelaki dan perempuan yang bukan mahram, dan tidak ada pendapat ulama yang membolehkan menilik wanita yang bukan mahram kecuali bagi lelakiyang bertujuan untuk menikah dengan wanita tersebut," kata Ketua FPI Aceh, Tgk Muslim At-Thahiri kepada Serambinews.com, Kamis (6/9/2018).

Nonmuhrim Dilarang Duduk Semeja

Tetapi yang terjadi selama ini, lanjut Muslim, di warung kopi dan di kafe terlihat banyak wanita bercampur baur di antara lelaki duduk semeja, saling bercanda tawa, bahkan saling buka-buka aib rumah tangga.

Maka, sambungnya, sangat wajar keluar imbauan dari Bupati Bireuen untuk mengatur hal tersebut.

"Mudah-mudahan dicontoh oleh bupati/wali kota lain," harapnya.

Ulama Dukung Edaran Haram Duduk Semeja

Ketua FPI Aceh ini juga menyayangkan ada oknum anggota dewan dan juga pihak-pihak lain yang mengkritik dan mencemooh imbauan tersebut.

Padahal bila dikaji secara adat dan agama, kebijakan itu sangat bagus dan patut didukung bersama.

"Oleh karena itu kami mengajak semua pihak untuk pakai iman, pakai akal, jangan pakai nafsu! Jangan suka menyalahkan orang selama yang dilakukan itu baik. Jangan cari-cari alasan untuk menyalahkan orang," pungkas Muslim At-Thahiri.

Anggota DPRA Ini Malu, Bireuen Semakin Jumud dan Kolot

Seperti diberitakan, Pemkab Bireuen menerbitkan edaran standardisasi warung kopi/kafe dan restoran sesuai syariat Islam.

Dalam salah satu poin edaran yang diteken Bupati Bireuen, H Saifannur SSos tersebut ditegaskan haram hukumnya laki-laki dan perempuan makan dan minum satu meja kecuali dengan mahramnya.

Edaran yang terdiri 14 poin tersebut sebagai bentuk dakwah Islam serta sosialisasi yang dilakukan Pemkab Bireuen agar warung kopi, kafe, dan restoran dapat mengetahui bagaimana standar sebuah warung dalam prinsip dan ketentuan Islam.(*)

Edaran Bupati Bireuen Terkait Standardisasi Kafe/Warung
Edaran Bupati Bireuen Terkait Standardisasi Kafe/Warung
Penulis: Yocerizal
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved