PT Semadam Tolak Pekerjakan Karyawan

Perusahaan perkebunan PT Semadam sampai saat ini masih tetap dengan keputusannya untuk memberhentikan

PT Semadam Tolak Pekerjakan Karyawan
SEBANYAK 69 pekerja perusahaan perkebunan PT Semadam menduduki gedung DPRK Aceh Tamiang, mereka menuntut janji Bupati Aceh Tamiang agar mereka dapat bekerja kembali di perusahaan tersebut, Kamis (6/9/). 

* Setelah Dipecat karena Lakukan Unjuk Rasa

KUALASIMPANG - Perusahaan perkebunan PT Semadam sampai saat ini masih tetap dengan keputusannya untuk memberhentikan 69 karyawan mereka yang mangkir bekerja saat melakukan aksi demo beberapa waktu lalu. Sementara Pemkab Aceh Tamiang terus melakukan negosiasi dengan pemilik perusahaan agar buruh kebun ini bisa kembali diterima bekerja dengan alasan kemanusiaan. Terakhir, Muspida menggelar rapat bersama pada Jumat (7/9) dengan menghadirkan manager perusahaan tersebut, namun belum ada kesepakatan.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, T Insyafuddin, Minggu (9/9/) mengatakan, pada pagi Jumat (7/9), ia bersama Asisten Pemerintahan, Mix Donal, langsung menjumpai Manager PT Semadam, Rusli, di Kampong Semadam utnuk menyampaikan surat agar karyawan PT Semadam dipekerjakan kembali, sekaligus membicarakan jalan terbaik masalah ini.

Karena belum ada kesimpulan terkait karyawan yang dipecat ini, maka usai Jumat, Wakil Bupati juga berinisiatif menggelar rapat Forkompinda di DPRK Aceh Tamiang dengan menghadirkan pihak perusahaan, namun belum juga ada kesepakatan. “Kami minta pemilik perusahaan yang datang, namun yang takbisa datang karena sedang kurang sehat,” ujarnya.

Untuk sementara, Pemkab Aceh Tamiang tetap mengajukan agar 69 orang karyawan ini diterima kembali bekerja. Sedangkan pihak perusahaan minta agar upaya itu ditempuh melalui jalur hukum ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Banda Aceh. “Saya kira, jalur hukum melalui PHI ini menjadi jalan terakhir. Saya tetap mendorong agar dilakukan musyawarah dalam mencari solusi terbaik yang dapat diterima kedua pihak,” ujar T Insyafuddin.

Pemkab Tamiang tetap berharap, perusahaan menerima kembali 69 karyawan ini. “Kalau mereka bersalah, Pemkab sangat berharap perusahaan dapat memaafkan mereka. Begitu juga sebaliknya, 69 karyawan ini juga kami minta mundur selangkah demi kebaikan bersama,” harapnya.

Ia juga berharap ada kesepakatan terkait masalah ini, dan perusahaan bisa nyaman dalam berproduksi serta berinvestasi. “Begitu juga dengan karyawan yang merupakan warga Tamiang, juga bisa merasakan manfaat atas kehadiran perusahaan,” tambahnya.

Ia mengugnkapkan, langkah yang ditempuh ini uga akan dilaporkan kepada Bupati yang saat ini masih di luar daerah. “Negosiasi akan kami lakukan setelah Bupati kembali ke Tamiang. Mudah-mudah Bupati punya solusi terbaik menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Manager perusahaan perkebunan PT Semadam, Rusli, mengatakan sebelum melakukan aksi mogok kerja dan demo, perusahaan sudah mengajak para pekerja untuk kembali bekerja. Karena aksi yang mereka lakukan tidak sesuai aturan.

“Kepada Wabup Tamiang, kami sudah jelaskan juga. Mereka (pekerja) bilang perusahaan tidak mau menerima mereka bekerja. Itu bohong. Kami punya bukti foto, waktu mereka mau melaksanakan demo tanggal 16 Agustus, aksi mereka itu tidak sesuai UU Ketenagakerjaan,” jelas Rusli.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved