Jangan Mudah Tergiur Rayuan Tawaran Kerja ke Luar Negeri, Begini Peran Pelaku Perdagangan Manusia

Sementara IM sebagai pemilik koneksi dengan sang agen di Malaysia, meraup keuntungan sebesar Rp 5 juta dengan mengirim ES

Jangan Mudah Tergiur Rayuan Tawaran Kerja ke Luar Negeri, Begini Peran Pelaku Perdagangan Manusia
Konferensi pers soal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan Malaysia di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).(KOMPAS.com/Devina Halim) 

SERAMBINEWS.COM - Kelima pelaku tindak pidana perdagangan orang yang mengirim seorang gadis asal Sukabumi berinisial ES (16) ke Malaysia, memiliki perannya masing-masing demi menyukseskan aksinya.

Kelima pelaku, yang terdiri dari YL, JS, IM, ASA, dan T, mengirim korban untuk bekerja.

Oleh majikannya, ES menerima tindak kekerasan fisik.

Baca: Ditipu Agen TKI, Begini Nasib 11 Warga Aceh di Kalimantan Barat, Haji Uma Upayakan Pemulangan

Baca: Bila Asteroid Tabrak Bumi, Apa yang Harus Dilakukan Manusia Supaya Selamat? 

Sebelas warga Aceh berada di Polsek Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), setelah kabur dari Malaysia dengan jalan kaki selama tiga hari. Foto direkam, Senin (27/8/2018).
Sebelas warga Aceh berada di Polsek Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), setelah kabur dari Malaysia dengan jalan kaki selama tiga hari. Foto direkam, Senin (27/8/2018). (IST)

Wakil Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri Kombes Pol Panca Putra menyebutkan para pelaku berhasil membawa ES dari Jakarta, ke Batam, Bengkalis, hingga akhirnya ke Malaysia.

Pertama, YL bertugas untuk merayu korban dengan tawaran pekerjaan di Jakarta melalui media sosial Facebook.

ES sendiri mengenal YL melalui temannya dengan inisial D.

Saat ini, D masih dalam pengejaran polisi.

Baca: Pria asal Aceh Utara Lumpuh Mendadak di Malaysia, Haji Uma Kembali Bantu Upaya Pemulangan

Baca: Kolektor Manuskrip Aceh Kupas Sejarah Nuruddin Ar Raniry Dalam Kuliah Umum di UIN

"Atas tawaran tersebut, korban tertarik dan menyampaikan kepada orangtuanya, selanjutnya korban berangkat ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta," ungkap Panca di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Setelah tiba di Jakarta, yang bertugas menjemput korban adalah JS.

Ia lalu menyuruh ASA memalsukan dokumen untuk membuat paspor, seperti surat keterangan perekaman KTP-el, akte kelahiran, dan Kartu Keluarga.

Baca: Mengungkap Perdagangan Manusia, Hampir 10 Juta Orang Pernah Jadi Budak

Baca: VIRAL 3 Bocah - Jadi Bandar Narkoba, Gigih Lintasi Perbatasan Negara Hingga Menangis Saat Ditilang

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved