Masih Ada 10 Wanita Aceh di Mes Malaysia

Polres Lhokseumawe terus melengkapi keterangan kedua korban dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang

Masih Ada 10 Wanita Aceh di Mes Malaysia
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe terus melengkapi keterangan kedua korban dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan jaringan Aceh-Malaysia. Keterangan terbaru yang diungkapkan korban, dari 60-an wanita Indonesia yang berada dalam satu mes dengan mereka saat di Malaysia, sepuluhan di antaranya berasal dari Aceh.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian, kepada Serambi, Rabu (12/9) menyebutkan, sesuai keterangan kedua korban, yakni N (24) dn D (20), wanita asal Kota Lhokseumawe, saat mereka tiba di Malaysia, langsung diserahkan ke seorang warga keturunan yang dipanggil Koko. Selanjutnya mereka pun ditempatkan di dalam sebuah mes.

Di lokasi tersebut, ternyata ada beberapa mes yang dijadikan tempat tinggal para wanita yang disesuaikan asal negara masing-masing. Wanita Indonesia, berada di dalam satu mes, begitu juga wanita negara-negara lainnya, di mes yang berbeda.

“Saat kedua korban di dalam mes di Malaysia, ada sekitar 60-an wanita asal Indonesia, dan dari jumlah itu sepuluhan di antaranya adalah orang Aceh. Mes bagi mereka hanya untuk tempat tinggal saja. Saat mau dipekerjakan sebagai PSK, dibawa ke tempat prostitusi. Dikembalikan lagi ke mes bila mana mereka sedang sakit ataupun datang bulan,” papar Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Riski Adrian mengutip pengakuan korban.

Pihak kepolisian kembali mengimbau bagi wanita Aceh yag memang pernah mengalami nasib yang sama seperti N dan D, yang sekarang ini sudah kembali ke Aceh, dipersilakan membuat laporan.

Ditambahkan, sekarang ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi dan dalam waktu dekat akan ke Kantor Imigrasi di Medan dan Imigrasi Karimun Kepulauan Riau untuk proses penyitaan dokumen pengajuan pembuatan paspor kedua korban. “Di samping juga kita akan terus berupaya secepatnya menangkap jaringan mereka yang ada di Medan dan di Batam,” demikian Iptu Riski Adrian.

Seperti diberitakan, Polres Lhokseumawe membongkar sindikat dugaan perdagangan manusia (human trafficking) jaringan Aceh-Malaysia. Seorang perempuan berinisial Fau (29) asal Muara Dua, Lhokseumawe ditangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved