Pengoplos Elpiji Subsidi Dibekuk

Satreskrim Polres Bener Meriah berhasil mengungkap kasus pengoplosan elpiji bersubsidi ke nonsubsidi

Pengoplos Elpiji Subsidi Dibekuk
SERAMBINEWS.COM/MUSLIM ARSANI
Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli.

REDELONG - Satreskrim Polres Bener Meriah berhasil mengungkap kasus pengoplosan elpiji bersubsidi ke nonsubsidi oleh oknum penyalur di Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Jumat (31/8) lalu.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kasat Reskrim Iptu Wijaya Yudi, mengatakan, terbongkarnya pengoplosan elpiji 3 kg ke tabung isi 12 kg itu berawal saat pihaknya menerima laporan masyarakat bahwa di Wih Pesam dalam enam bulan terakhir terjadi kelangkaan gas bersubsidi.

“Mendapat informasi tersebut, Unit Opsal Sat Reskrim turun ke lapangan untuk mencari informasi. Tim curiga ketika satu mobil keluar dari pangkalan UD Barokah. Saat diperiksa, dalam mobil itu ada 10 tabung elpiji 12 kg yang hendak dibawa keluar dari pangkalan dimaksud,” jelas Iptu Wijaya Yudi dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (13/9).

Kemudian, lanjutnya, personel langsung mengamankan dua orang yang berada dalam mobil tersebut untuk dimintai keterangan. “Saat kita periksa ke pangkalan UD Barokah, kita temukan seorang pekerja sedang mengoplos elpiji dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg,” jelasnya.

Di pangkalan tersebut, tambah Yudi, juga ditemukan tiga set selang warna kuning yang terpasang dua kepala regulator gas (modifikasi), 31 tabung elpiji 12 kg, 106 tabung elpiji 3 kg, 214 segel tabung gas, dua keran kompresor dengan tuas warna putih dan biru, serta 13 tabung elpiji 12 kg yang sudah diisi gas hasil oplosan.

Dari tempat itu, menurutnya, diamankan tiga tersangka yaitu RD (44) sebagai otak pelaku bersama MA (21) dan MY (26).

“Saat kita interogasi, ketiga pelaku mengakui bahwa mereka mengoplos atau memindahkan isi gas dari tabung 3 kg bersubsidi ke tabung 12 kg nonsubsidi dengan tujuan untuk mencari keuntungan. Dari hasil pengembangan, kita tangkap satu tersangka lain yang berperan sebagai penadah yakni JM (47) di Aceh Tengah,” ungkap Iptu Yudi.

Dijelaskan, elpiji hasil oplosan tersebut dijual oleh pelaku ke Kecamatan Permata, Bener Kelipah, dan Kecamatan Bandar serta sebagian lainnya ke Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Dikatakan, pengoplosan itu sudah dilakukan tersangka sejak enam bulan lalu.

Dengan terungkapnya kasus itu, ia berharap masyarakat agar bersama-sama mengawasi penyalur dan distributor gas bersubsidi di Bener Meriah, Sebab, menurut Yudi, tak tertutup kemungkinan masih ada oknum pangkalan nakal lain yang mengoplos gas subsidi demi mencari keuntungan yang lebih besar.(c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved