Breaking News:

Pemko Intensifkan Razia Gepeng

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengintensifkan razia

Pemko Intensifkan Razia Gepeng
ist
Petugas Satpol PP menurunkan para gepeng di Rumah Singgah Lamjabat Banda Aceh untuk dibina

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengintensifkan razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayah Kota Banda Aceh. Selain mengintensifkan razia, petugas juga akan menyisir lebih luas area sebar gepeng di Banda Aceh, meliputi tempat keramaian, simpang lampu lalu lintas, objek wisata, warung kopi dan restoran, serta fasilitas publik lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, M Hidayat kepada Serambi, seusai petugasnya menangkap seorang gepeng di kawasan Taman Sari, Banda Aceh, Senin (17/9). Dikatakan, gepeng pria bertopi kupluk dengan pakaian lusuh serta memakai tas selempang kain itu lalu diantar ke rumah singgah di Lamjabat untuk dibina oleh Dinas Sosial Kota Banda Aceh.

“Razia memang harus intens dilakukan, karena para gepeng sudah paham pola petugas. Sekarang mereka beroperasi secara ‘mobile’ dan tak jarang pakai jasa pemandu dan tukang becak,” ujar Hidayat. Dengan kata lain, katanya, para gepeng saat ini aktif memantau pergerakan petugas dengan saling berkoordinasi antarpihak tersebut.

Untuk itu, lanjut Hidayat, razia ke depan dilakukan lebih senyap oleh tim Satpol PP, termasuk mengintensifkan pemantauan di lokasi kuliner yang menjadi area favorit para gepeng. “Keberadaan gepeng di lokasi kuliner memang sangat mengganggu. Tapi karakter kita yang suka memberi sedekah juga tidak mengedukasi mereka,” jelas dia.

Sementara untuk pembinaannya, Kasatpol PP Banda Aceh mengaku bahwa keberadaan rumah singgah milik Dinas Sosial Banda Aceh di Lamjabat tidak cukup. Dia mengatakan, perlu dukungan yang lebih konkret dari pemerintah bahkan LSM agar permasalahan gepeng di kota ini bisa tuntas.

Menurut Hidayat, Banda Aceh perlu belajar dari Surabaya yang merupakan kota percontohan untuk pembinaan gepeng. Di sana, katanya, ada ribuan gepeng dibina secara intens di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Kota Surabaya. “Fasilitas dan manajemennya sudah cukup bagus. Makanya kita tidak pernah lihat gepeng di Surabaya, karena begitu ada langsung dibina di Liponsos,” kata Hidayat yang pernah studi ke sana saat menjabat camat Luengbata sekitar tahun 2013.

Saatini, Satpol PP Banda Aceh bersama Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) juga sedang membahas Rancangan Qanun (Raqan) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Banda Aceh. Menurut Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh, M Hidayat, lahirnya peraturan baru itu nantinya juga sebagai upaya menyelesaikan masalah gepeng dan pedagang kaki lima (PKL) di Banda Aceh.

Hidayat menyebutkan, raqan tersebut mengatur penerapan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) kepada mereka yang melanggar. “Dengan adanya tipiring nanti, kita bisa lakukan sidang di tempat. Jadi ada efek jera bagi mereka, apakah itu berupa denda atau diberi sanksi lain,” kata dia, dan menyebut pihaknya juga tengah merencanakan studi banding terkait pembinaan gepeng ke Surabaya akhir tahun ini.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved