Praperadilan Kasus Irwandi Mulai Disidang

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mulai menyidangkan permohonan praperadilan dalam kasus

Praperadilan Kasus Irwandi Mulai Disidang
IST
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memulai sidang permohonan praperadilan dalam kasus penangkapan Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, Senin (17/9/2018). 

BANDA ACEH - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) mulai menyidangkan permohonan praperadilan dalam kasus penangkapan Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf. Sidang praperadilan yang diajukan oleh pemohon Yuni Eko Hariatna, Wakil Ketua Partai Nanggroe Aceh (PNA) Banda Aceh itu dibuka Senin (17/9) di PN Jaksel.

Sidang dengan agenda pembacaan permohonan itu dipimpin oleh hakim tunggal, Dedy Hermawan. Sidang perdana itu menghadirkan pihak pemohon dan termohon dalam kasus penangkapan Irwandi Yusuf terkait kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Sebagaimana diketahui, praperadilan itu diajukan Yuni Eko Hariatna, terkait sah atau tidaknya penangkapan dan penahanan terhadap Irwandi Yusuf oleh KPK pada 3 Juli lalu di Banda Aceh, dalam kasus dugaan suap DOKA 2018. Dalam kepengurusan PNA, Irwandi Yusuf menjabat ketua umum.

Adapun praperadilan itu diajukan karena Irwandi ditangkap saat tidak melakukan transaksi korupsi. Juga sedang tidak tertangkap tangan (OTT) sebagaimana dinyatakan awalnya oleh KPK. Bahkan uang yang diduga hasil korupsi didapat dari pihak lain yang dipakai untuk keperluan promosi pembangunan Aceh melalui kegiatan Aceh Marathon yang direncanakan digelar di Kota Sabang.

Dalam sidang kemarin, pihak pemohon dihadiri oleh Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) selaku kuasa hukum Yuni Eko Hariatna dan pihak termohon dihadiri oleh seorang kuasa hukum dari KPK.

Safaruddin dalam keterangannya kepada Serambi mengatakan, sebelum membuka persidangan, hakim menyampaikan agenda jadwal persidangan akan dilaksanakan selama tujuh hari ke depan. “Dimulai dari hari ini (kemarin-red) dengan pembacaan permohonan, besok akan dilanjutkan dengan jawaban dari KPK,” kata Safaruddin.

Rabu dilanjutkan dengan pembuktian surat dari para pihak, kemudian Kamis (20/9) keterangan saksi para pihak dan Jumat penyerahan kesimpulan para pihak. “Putusan akan dibacakan pada hari Selasa depan,” kata Safaruddin.

Meski sidang praperadilan ini telah dimulai, namun menurut KPK beberapa waktu lalu, Irwandi Yusuf sendiri mengaku keberatan atas praperadilan yang diajukan Yuni Eko Hariatna itu.

Seperti pernah diberitakan, Irwandi dalam surat kuasa hukumnya mengatakan, bahwa jika ada permohon praperadilan yang mengatasnamakan dirinya bahwa itu bukan keinginan atau inisiatifnya.

“Penegasan bahwa permohonan praperadilan tersebut ataupun jika ada praperadilan lain yang mengatasnamakan Irwandi Yusuf, bukan merupakan inisiatifnya dan Irwandi Yusuf sangat keberatan atas upaya hukum tersebut,” kata Febri. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved