Gelar Lomba Cipta Menu Beragam, Wakil Wali Kota Lhokseumawe Berharap Dapat Diterapkan di Masyarakat

Menurut dia, adanya menu itu bisa menyadarkan dan menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat dengan konsumsi pangan.

Gelar Lomba Cipta Menu Beragam, Wakil Wali Kota Lhokseumawe Berharap Dapat Diterapkan di Masyarakat
ist
Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) berbasis sumber daya lokal antardusun Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Cunda, Lhokseumawe, Rabu (19/9/2018). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Wakil Wali Kota Lhokseumawe, H Yusuf Muhammad, berharap menu yang dihasilkan melalui Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) berbasis sumber daya lokal dapat diterapkan kepada masyarakat.

Menurut dia, adanya menu itu bisa menyadarkan dan menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat dengan konsumsi pangan.

Selain itu, lomba diharapkan menemukan menu berbahan dasar pangan lokal yang dapat kurangi biaya produksi.

Baca: Festival Kuliner, Sate Gurita Sabang Diburu

“Menu berbahan dasar pangan lokal juga sebagai kontribusi kita untuk mengurangi devisa. Karena kita tahu bahwa sebagian masyarakat Indonesia suka makan gandum. itu bahan impor, kalau ini kan bahannya lokal,” ujarnya saat hadiri Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) berbasis sumber daya lokal antardusun Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Cunda, Lhokseumawe, Rabu (19/9/2018).

Baca: Hadiri Silaturahmi Warga Pasundan, Wali Kota Banda Aceh Ajak Parasunda Promosikan Kuliner Aceh

Yusuf Muhammad mengimbau seluruh organisasi daerah menyajikan menu berbahan pangan lokal setiap ada kegiatan lomba masak.

Sementara itu, Geuchik Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Rusli Ab, dalam sambutannya mengatakan, ada dua kegiatan yang dilakukan saat ini yaitu, pencanangan program ketrampilan membatik.

“Alhamdulillah sudah berjalan satu bulan, bahkan sudah menghasilkan baju batik yang sudah dipakai saat ada kegiatan gampong, dan kita akan menjadikan produk unggulan dikawasan pedesaan, sebagai mana diharapkan kementrian, bahwa setiap desa harus ada produk andalannya, jelasnya.

Rusli melanjutkan, selain dilakukan produksi membatik ini juga harus sampai ke pemasaran.

"Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk mendukung penuh dengan program gampong kami, dan mudah-mudahan kedepan program membatk ini menjadi salah satu ikon kota Lhokseumawe," tutupnya. (*)

Penulis: Zaki Mubarak
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved