Liga 3 Aceh Terganjal Pendaftaran

Kompetisi Liga 3 Provinsi Aceh tahun 2018 tak dapat bergulir akibat terganjal pendaftaran di PSSI Pusat

Liga 3 Aceh Terganjal Pendaftaran
Nazir Adam

* Akibat Kisruh PSSI Selama 8 Bulan

BANDA ACEH - Kompetisi Liga 3 Provinsi Aceh tahun 2018 tak dapat bergulir akibat terganjal pendaftaran di PSSI Pusat. Terkendalannya pendaftaran tersebut menyusul kisruh antara PSSI Pusat dengan PSSI Aceh selama delapan bulan.

Ketua Umum Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam menyebutkan, bahwa tahapan pelaksanaan Liga 3 dimulai sejak Februari 2018. Di mana, kala itu PSSI Pusat mengirim surat edaran kepada Asprov dimulai 19 Februari lalu. Lalu, pada 26 Februari, pusat kembali mengirim regulasi Liga 3 kepada Asprov.

“Lalu, PSSI Pusat membuka pendaftaran pemain tingkat Asprov mulai 3 Maret. Pendaftaran itu tak dilakukan secara manual. Namun, daftar pemain harus dilakukan dengan sistem online,” ungkap Nazir dalam konferensi pers di Kantor PSSI Aceh, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, petang kemarin.

Dalam pendaftaran itu, lanjutnya, Asprov PSSI akan mendapat satu alamat online. Kemudian, juga ditunjuk seorang administrator kompetisi. Administrator di Asprov tersebut bertugas untuk melakukan pendaftaran terhadap pemain di provinsi.

Namun, jelas Nazir, dalam rentang waktu Maret itu, pemain dari klub-klub di Tanah Rencong tak ada yang mendaftar ke PSSI Pusat. Padahal, waktu untuk menggelar kompetisi Liga 3 Asprov itu dijadwalkan antara April hingga Juli. Guliran kompetisi level terendah ini minimal harus dilakukan selama empat bulan.

Tapi, sebut Nazir Adam, tahapan mulai Februari hingga Juli sama sekali tak berjalan. Karena, sejak 20 Desember sampai 1 Agustus 2018, kisruh sepakbola terjadi antara PSSI Pusat dengan Asprov PSSI Aceh.

“Pada 20 Desember 2017, Pusat telah menunjuk Johar Lin Eng sebagai Plt Ketua Umum Asprov PSSI Aceh. Bahkan, pada 18 Januari 2018, Pusat kembali mengirim surat kepada Gubernur Irwandi, Kapolda, Pangdam, dan KONI Aceh, bahwa hanya PSSI Johar Lin Eng yang diakui Pusat,” jelas.

Praktis, tambahnya, dalam masa ini, maka wewenang dan tanggungjawab untuk mendaftar pemain Aceh berada dalam periode kepengurusan Johar Lin Eng. Sayangnya, hingga selesainya pelaksanaan Kongres PSSI Aceh pada 1 Agustus 2018, ternyata pendaftaran terhadap pemain Tanah Rencong sama sekali tak didaftar.

Kecuali itu, Nazir secara terbuka mengatakan, dalam pertemuan dirinya dengan perwakilan klub pada Jumat (14/9) lalu. Banyak klub di Aceh tak mengetahui atau menerima surat edaran PSSI Pusat tentang pelaksanaan Liga 3 tahun 2018. “Jangankan mau mendaftar pemain ke PSSI Pusat tepat waktu, ternyata mereka juga tak melakukan sosialisasi Liga 3 kepada klub,” jelas mantan Wakil Bupati Pidie itu.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved