Qatar Bantu 15 Rumah Duafa

Kota Banda Aceh mendapat bantuan 15 unit rumah duafa dari Qatar Charity. Ke-15 rumah semi permanen tipe 45

Qatar Bantu 15 Rumah Duafa
WALI Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Country Director Qatar Charity Indonesia Office, Karam Zeinhom, menandatangani MoU bantuan rumah bagi duafa, di Balai Kota, Selasa (18/9). 

BANDA ACEH - Kota Banda Aceh mendapat bantuan 15 unit rumah duafa dari Qatar Charity. Ke-15 rumah semi permanen tipe 45 tersebut diperuntukkan bagi warga kurang mampu di Gampong Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala.

Penandatanganan MoU kerja sama antara NGO asal Qatar dan Pemerintah Kota Banda Aceh berlangsung di balai kota, Selasa (18/9). Dokumen MoU diteken langsung Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Karam Zeinhom selaku Country Director Qatar Charity Indonesia Office.

Aminullah mengungkapkan rasa bahagia dan harunya atas perhatian Qatar kepada masyarakat Banda Aceh. “Sungguh kami tak menduga akan mendapat bantuan rumah bagi warga miskin yang nilainya mencapat Rp 900 juta ini,” katanya.

Aminullah menjelaskan, 6,5 persen dari sekira 250 ribu penduduk Banda Aceh, masih tergolong dalam masyarakat kurang mampu. Angka tersebut juga tidak terlepas dari ekses gempa bumi dan tsunami 2004 silam. Peletakan batu pertama pembangunan rumah duafa tersebut dilakukan Dubes Qatar untuk Indonesia, Ahmed bin Yassin Al-Hamar, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin dan Direktur Qatar Charity Indonesia, Karam Zeinhom.

Dari 15 rumah yang dibangun, tiga unit dibangun di Alue Naga dan 12 unit di Deah Raya. Rumah itu dibangun dengan biaya yang berasal dari sumbangan masyarakat Qatar yang disalurkan melalui Qatar Charity.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin yang hadir ke peletakan batu pertama menyampaikan terima kasih kepada Qatar atas bantuan rumah untuk warga kurang mampu tersebut. “Alhamdulillah dengan bantuan dari Qatar ini, mereka bisa memiliki rumah yang layak huni,” ujar Zainal Arifin.

Sementara Dubes Qatar untuk Indonesia, Ahmed Bin Yassin Al-Hamar mengatakan, bantuan pertama kali mengalir ke Aceh pada tahun 2005, yaitu pada saat pascatsunami. Kemudian donasi masyarakat Qatar itu menyebarkan ke daerah lain di Indonesia.

Karena eratnya hubungan antara Aceh dengan Qatar, lanjut Ahmed, hingga saat ini Qatar Charity masih terus bertahan di Aceh dan menjalankan program sosial ke masyarakat Aceh. Ia juga merasa bangga, karena diantara sekian banyak NGO beroperasi di Aceh pascatsunami, hanya Qatar Charity yang bertahan hingga saat ini.

Ia menambahkan, saat ini Qatar memberikan beasiswa jangka panjang kepada 4 ribu anak yatim di Indonesia, hingga usia mereka 18 tahun. Namun 2 ribu diantaranya penerima beasiswa tersebut merupakan anak yatim di Aceh.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved