MaTA: Tim Saber Pungli Harus Transparan soal OTT di Aceh Utara

LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh

MaTA: Tim Saber Pungli Harus Transparan soal OTT di Aceh Utara
ALFIAN, Koordinator MaTA

LHOKSUKON - LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh agar transparan dalam menangani kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara. Kasus itu menjadi taruhan, artinya jika kasus itu kabur maka publik patut mencurigai kinerja tim Saber Pungli Aceh tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Tim Saber Pungli Aceh yang terdiri atas staf Kejati dan Polda Aceh pada Selasa (18/9) siang melakukan OTT terhadap pejabat Disdikbud) Aceh Utara. Pejabat yang berkedudukan sebagai kepala bidang (kabid) di dinas itu berinisial H, seorang perempuan, berumur sekitar 40-an. Ia diduga melakukan pungli terhadap Kepala Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak (PAUD/TK) yang mengelola Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP PAUD) yang bersumber dari APBN. Dana pungli itu diduga disetorkan kepala dan sejumlah perwakilan PAUD/TK di Aceh Utara melalui wanita berinisial W, staf di dinas tersebut.

“Kita mendukung penuh tindakan tim Saber Pungli Aceh melakukan tangkap tangan terhadap pejabat di Disdikbud) Aceh Utara. Bahkan ini patut mendapat dukungan penuh dari publik, karena informasi adanya pengutipan atau setoran dari bawah ke atas sudah sering tersiar dan sudah menjadi pembicaraan publik, “ ujar Koordinator MaTA, Alfian kepada Serambi kemarin.

Namun, dalam penindakan, kata Alfian, pihaknya meminta tim Saber Pungli Aceh untuk memberikan kepastian hukum terhadap pihak yang ditindak. Standarnya, 24 jam harus ada statusnya, apakah tersangka atau bagaimana? “Jadi, harus jelas dan publik perlu mengawasi terhadap prosesnya,” kata Alfian.

Ia tambahkan, tim Saber Pungli Aceh harus transparan untuk hasil tindakan dan ini menjadi taruhan, karena kalau peristiwa tersebut kasusnya kabur maka publik patut curiga dan kepercayaan publik terhadap Saber Pungli Aceh sama sekali tidak ada lagi. “Siapa pun yang diduga terlibat atau menerima setoran dari hasil pungli harus disikat. Ini momentum bersih-bersih dalam dunia pendidikan di Aceh yang telah lama dikotori oleh oknum-oknum yang bermental korup,” pungkas Alfian.

Ketua Saber Pungli Aceh, Kombes Pol Drs Erwin Faisal yang dihubungi Serambi terkait kasus tersebut hanya menjawab singkat. Dalam pesan singkat yang diterima Serambi, Rabu (19/9) pukul 09.32 WIB, menyebutkan petugas masih melakukan pemeriksaan. Namun, tidak menjelaskan tempatnya. “Masih dimintakan keterangan dan pendalaman,” tulis Erwin singkat.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Aceh Utara, Saifullah yang dihubungi Serambi tidak menjawab. Namun, Saifullah memberi jawaban melalui WhatsApp dengan singkat. “Yang bisa klarifikasi apakah itu OTT atau bukan adalah tim (saber pungli -red ). Karena masih pemeriksaan, saya belum bisa memberikan tanggapan,” jawab Kepala Disdikbud Aceh Utara itu.

Amatan, Serambi pada Rabu (19/9) Kantor Disdikbud Aceh Utara mulai sepi dari hari biasanya. Bahkan di ruangan Kabid Pembinaan PAUD dan pendidikan Nonformal hanya satu staf. “Ibu tidak ada. Saya tidak tahu kenapa ibu tidak masuk hari ini,” ujar staf yang sedang sibuk dengan handphone. Sedangkan pintu ruangan Kadisdikbud terkunci.

Informasi lain yang diterima Serambi, tim Saber Pungli Aceh hingga Rabu (19/9), masih berada di kawasan Lhokseumawe untuk melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Disdikbud Aceh Utara. Namun, pemeriksaan tidak dilakukan lagi di Disdikbud Aceh Utara seperti sebelumnya. Pada Selasa (18/9) malam Serambi juga menunggu petugas tim saber di Kantor Disdikbud Aceh Utara. Tapi sampai sampai pukul 00.15 WIB tim saber masih berada di dalam kantor tersebut. (jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved