Woow, STIES Banda Aceh Siapkan Kurikulum Berbasis Ekonomi Syariah

Dengan perubahan itu, STIES mengharapkan bisa menghasilkan lulusan yang beretika, berilmu pengetahuan, dan berketrampilan.

Woow, STIES Banda Aceh Siapkan Kurikulum Berbasis Ekonomi Syariah
SERAMBINEWS.COM/NASIR YUSUF
Dr Sabri Abdul Madjid (kiri) sedang menjelaskan tentang perlunya penyesuaian kurikulum ke Ekonomi Syariah pada lokakarya yang diselenggarakan STIES Banda Aceh, Kamis (20/9/2019). Lokakarya dipandu Dr Yahya Kobat dan didampingi Ketua STIES, Rusman M.Si. 

Laporan M Nasir Yusuf | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wooow... Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sabang, Banda Aceh segera merombak dan menyeusaikan kurikulumnya menuju berbasis syariah sesuai trend di zaman now.

Untuk penyesuaian kurikulum itu, STIES yang berhome base di kawasan Lamgugob, Banda Aceh, Kamis (20/9/2019), menggelar Lokakarya Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dengan menghadirkan pemateri Dr. Sabri Abdul Madjid dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh.

Ketua STIE Sabang, Banda Aceh, Rusman M.Si, mengatakan mengingat pentingnya penyesuaian-penyesuaian itu, pada lokakarya yang menghadirkan Dr Sabri Abdul Madjid itu, juga menghadirkan para pakar dan praktisi pendidikan lainnya, di antaranya Marwan S.Ag (Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh), Ketua Penyantun STIES, Ir Hasanuddin, dan hadir juga Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abu Syik.

Baca: Ceramah di Aceh, Ustaz Abdul Somad Puji Peran Wartawan dalam Penguatan Ekonomi Syariah

Rusman mengatakan STIES sebagai agen perubahan ke depan harus mampu meluluskan mahasiswa siap masuk dunia kerja, bukan hanya sebagai penghasil para pakar. “Karena itu, STIES harus menyiapkan sarjana yang memiliki keahlian kerja, penelitian, dan pengabdian untuk masyarakat," katanya.

Dikatakan, dengan perubahan itu, STIES mengharapkan bisa menghasilkan lulusan yang beretika, berilmu pengetahuan, dan berketrampilan.

Dalam lokakarya yang dipandu Dr Yahya Kobat, pakar ekonomi Islam lulusan Malaysia itu mengatakan Perguruan Tinggi harus segera menyesuaikan kurikulumnya sesuai kebutuhan daerah. “Sebab, tanpa mau mengikuti perubahan, universitas akan dituding sering menawarkan janji-janji palsu,” tegasnya.

Namun, tambah Sabri,penyusunan kurikulum ekonomi berbasis syariah sangat sulit. “Karena sampai sekarang belum ada sebelumnya. Jadi, kita harus memulainya dari nol,” tegasnya.

Baca: Membangun Ekonomi Syariah Menuju Kejayaan

Namun, tambahnya, meski sulit, tapi mata kuliah bernuansa kearifan lokal harus termuat dalam kurikulum perguruan tinggi yang ingin maju. “Aceh ke depan akan banyak membutuhkan sarjana ekonomi syariah,” katanya.

Wakil ketua bidang non-akademik STIES Banda Aceh, Banta Karollah MSM kepada Serambi menyebutkan upaya penyempurnaan kurikulum ke berbasis syariah itu sebenarnya sudah lama digagaskan untuk dibahas secara khusus. “Namun, baru Kamis (20/9) dapat dilaksanakan.” katanya.

Selain para dosen, pengurus yayasan Sabang Merauke, juga hadir sejumlah tenaga administrasi dan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIES. (*)

Penulis: Nasir Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved