ACT Bangun 224 Shelter

Aksi Cepat Tanggap (ACT) berhasil mendirikan satu kompleks Integrated Community Shelter (ICS) untuk korban gempa Lombok

ACT Bangun 224 Shelter
IST
Jalan rusak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat gempa berkekuatan 7 SR, Minggu (12/8/2018). 

* Untuk Pengungsi Lombok

BANDA ACEH - Aksi Cepat Tanggap (ACT) berhasil mendirikan satu kompleks Integrated Community Shelter (ICS) untuk korban gempa Lombok yang berlokasi di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Kompleks ICS itu diresmikan oleh Presiden ACT, Ahyudin bersama Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar, Selasa (18/9).

Turut hadir pada saat peresmian antara lain Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Fadlan Garamatan, dan Ustaz Bobby Herwibowo. Ahyudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian ICS itu bukan akhir pekerjaan, namun awal babak baru penanganan pascagempa Lombok. Menurutnya, ini sebagai tanda peralihan dari penyelamatan kehidupan ke pembangunan kehidupan.

“Karena Allah berbuat total dalam mengurus hamba-hambaNya, kita juga tidak setengah-setengah dalam menangani krisis kemanusiaan, termasuk dalam kebencanaan ini,” kata Ahyudin.

Sementara Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengajak setiap keluarga terdampak gempa menanamkan semangat untuk bangkit kembali. Dia meminta warganya untuk terus berdoa agar Lombok Utara kembali bangkit setelah bencana ini.

Dalam kesempatan itu, Najmul Akhyar juga mengucapkan terimakasih kepada lembaga ACT yang telah membantu warganya. Menurutnya, hunian-hunian baru itu sangat layak untuk ditempati oleh para pengungsi.

“Ini berkah yang luarbiasa. Saya kalau malam masih harus kembali pulang ke tenda. Rumah saya masih tenda. Beda dengan rumah bapak dan ibu yang sudah tinggal di hunian terintegrasi ACT ini, alhamdulillah,” ucap Najmul Akhyar.

Untuk diketahui, kompleks ICS menyediakan 224 unit shelter untuk 224 keluarga pengungsi. Tidak hanya itu, kompleks hunian terpadu ini juga dilengkapi dengan fasilitas umum seperti masjid, MCK umum, dapur umum, sekolah, taman bermain, sekretariat ICS, serta klinik kesehatan untuk para pengungsi.

Warga Aceh Diajak Membantu
SEKITAR 9.776 kepala keluarga yang menjadi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) membutuhkan hunian sementara karena mayoritas penyintas masih tinggal ditenda pengungsian dengan fasilitas seadanya. Masyarakat Aceh diharapkan bisa membantu meringankan beban mereka.

Yunansyah selaku Koordinator pengungsi Aceh di Lombok menyampaikan bahwa saat ini bantuan yang paling dibutuhkan adalah hunian untuk tempat tinggal. “Sayang kita lihat bayi, anak-anak, dan orang tua harus tinggal di bawah tenda. Ketika tsunami dan gempa Pidie Jaya, orang berbondong-bondong datang ke Aceh untuk membantu. Dulu kita dibantu sekarang saatnya kita membantu,” katanya sebagaimana disampaikan Humas ACT Aceh, Rahmat Aulia kepada Serambi.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved