Luar Negeri

Belanja Persenjataan Rp 222 Triliun, Ini Berbagai Perlengkapan Militer Rusia yang Dibeli China 

Penjualan juga dilakukan dalam kisaran jumlah yang sama pada tahun sebelumnya, menurut badan ekspor militer Rusia, Rosoboronexport

Belanja Persenjataan Rp 222 Triliun, Ini Berbagai Perlengkapan Militer Rusia yang Dibeli China 
Sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia.(ALEXANDER NEMENOV / AFP) 

China memesan mesin tersebut terutama untuk dipasang pada jet tempur berbasis kapal induk, Shenyang J-15, yang merupakan modifikasi dari Sukhoi Su-27.

Mesin seri AL-31 adalah mesin dasar yang dikembangkan untuk jenis jet Su-27 yang telah digunakan secara luas.

Baca: Jet Tempur Typhoon Milik NATO dan Sukhoi Rusia Nyaris Bentrok di Laut Baltik

China diyakini telah membangun beberapa lusin jet tempur J-15 yang akan ditempatkan di kapal induk produksi China pertama, Liaoning.

Sebagai tambahan, sebagian mesin AL-31F juga telah digunakan dalam uji coba awal untuk jet tempur siluman generasi kelima, Chengdu J-20.

Namun, selanjutnya, J-20 akan menggunakan mesin buatan China, WS-10 yang diperkuat baling-baling khusus sehingga dapat lebih tahan panas.

Baca: Iran Umumkan Rudal Balistik Generasi Terbaru, Bisa Hantam Target di Darat dan Laut 

Pengebom strategis milik China, H-6K Badger.(Wikipedia)
Pengebom strategis milik China, H-6K Badger.(Wikipedia) ()

5. Mesin Pesawat Turbo D-30

Disebut dengan Soloviev D-30, mesin berbaling-baling turbo dengan dua poros bypass rendah yang dirakit pada era Uni Soviet.

Mesin itu banyak digunakan pesawat berukuran besar seperti pesawat angkut militer Y-20 dan pembom H-6K.

Khusus untuk pesawat pembom H-6K, yang telah mulai digunakan dalam misi pada Oktober 2009, diklaim sudah mencapai radius total pertempuran sekitar 3.500 kilometer menggunakan mesin D-30.(*)

Baca: Lewat Mediasi AS, Arab Saudi Dikabarkan Beli Sistem Pertahanan Misil Iron Dome Dari Israel

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Ini Deretan Peralatan Militer yang Dibeli China dari Rusia

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved