Satu Jamaah Aceh Utara Dirawat

Satu dari 348 jamaah haji Aceh Utara tak bisa pulang pada Senin (17/9) lalu, ke Tanah Air karena menderita sakit infeksi paru-paru

Satu Jamaah Aceh Utara Dirawat
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Pesawat jamaah haji saat di Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar. 

* Di Rumah Sakit Arab Saudi

* 347 Jamaah Dipulangkan

LHOKSUKON - Satu dari 348 jamaah haji Aceh Utara tak bisa pulang pada Senin (17/9) lalu, ke Tanah Air karena menderita sakit infeksi paru-paru sehingga harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Mushtasfa HUD Madinah, Arab Saudi. Bahkan, hingga Jumat (21/9) kemarin, jamaah itu masih mendapat perawatan di ruang ICU RS tersebut. Dia adalah Hj Tinafisah Abdullah Mahmud asal Desa Matang Bayu, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Sedangkan 347 jamaah sudah kembali ke Tanah Air pada Selasa (18/9), dan dipastikan sudah dapat berkumpul lagi bersama keluarganya. “Tapi pihak keluarga tidak perlu khawatir. Karena jika kondisinya sudah membaik dan sudah memungkinkan, akan segera dipulangkan bersama dengan jamaah Aceh lainnya,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Utara, Salamina kepada Serambi, Jumat (21/9).

Namun, ucap dia, jika belum sembuh juga sampai kelompok terbang (kloter) terakhir untuk Aceh, maka jamaah tersebut akan dipulangkan dengan kloter dari provinsi lainnya. “Tapi, jika sampai musim haji berakhir, tapi jamaah tersebut belum juga sembuh, maka akan ditangani nantinya dan dipulangkan oleh Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah. Karena itu, pihak keluarga tak perlu khawatir,” ucapnya.

Kepala KanKemenag Aceh Utara itu berharap, pihak keluarga terus mendoakan supaya Tinafisah segera sembuh sehingga cepat bisa dipulangkan. “Untuk biaya perawatan, nanti akan ditangani sepenuhnya oleh pemerintah. Jadi, jamaah tidak dibebankan biaya lagi untuk berobat. Selain itu, penanganan di RS Arab Saudi juga sangat baik,” ulas dia.

Sakit saat di Madinah
KEPALA Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Utara, Salamina membeberkan, Hj Tinafisah Abdullah Mahmud mulai sakit kembali pada Kamis (14/9) lalu, atau tiga hari jelang kepulangan ke Tanah Air. Saat itu, semua jamaah Aceh Utara sudah berada di Madinah untuk melaksanakan Shalat Arbain di Masjid Nabawi. Tinafisah, jelasnya, kala itu sudah mendapat penanganan dari dokter yang ikut bersama rombongan jamaah.

“Tapi, karena kondisinya tidak membaik, kemudian ditangani Klinik Kesehatan Haji Indonesia, lalu baru dibawa ke RS Mushtasfa untuk dirawat secara intensif,” ujarnya. “Jadi, jamaah tersebut tak bisa dibawa pulang ke Tanah Air, karena tidak mendapatkan rekomendasi dari dokter. Namun, koper dan barang milik jamaah itu sudah dibawa pulang, hanya tinggal beberapa pakaian untuk kebutuhan Tinafisah selama dalam perawatan,” pungkas Salamina.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved