Tekan Angka Lakalantas, Polantas Polres Pidie Lancarkan Razia Kendaraan di Malam Hari

L-300 harus dilengkapi lampu sein disamping lampu lainnya. Kita imbau sopir menjauhkan narkoba.

Tekan Angka Lakalantas, Polantas Polres Pidie Lancarkan Razia Kendaraan di Malam Hari
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi razia kendaraan 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEW.COM, SIGLI - Polisi Lalulitas (Polantas) Polres Pidie melakukan razia rutin pada malam hari di lintasan ruas jalan nasional Pidie dan Pidie Jaya.

Panjang jalan nasional di dua kabupaten tersebut mencapai 120 kilometer. Razia tersebut dilakukan mulai pukul 22.00 hingga 03.00 WIB, dini hari.

Kendaraan yang menjadi sasaran razia adalah truk angkut barang, truk tangki membawa minyak, dan mobil penumpang L-300 serta kendaraan lainnya.

"Kami melakukan razia rutin pada malam hari, ternyata telah memberikan dampak positif. Yakni, kita telah mampu menekan angka kejadian lakalantas. Alhamdulillah, angka lakalantas menurun," tukas Kasat Lantas Polres Pidie, AKP Radhika SIK, kepada Serambinews.com, Sabtu (22/9/2018).

Baca: Peringati HUT Lalu Lintas, Ini yang Dilakukan Polantas Abdya

Ia menyebutkan, razia itu dilakukan dengan cara hunting maupun stasioner. L-300 yang kedapatan membawa barang yang diletakkan di atas atap akan dikenakan tilang. Sebab, L-300 fungsinya hanya membawa penumpang.

"L-300 harus dilengkapi lampu sein disamping lampu lainnya. Kita imbau sopir menjauhkan narkoba. Kita pernah rangka sopir cadangan L-300 positif gunakan sabu, saat dihentikan nyaris ditabrak petugas," sebutnya.

Menurut, Kasat Radhika, truk tangki yang tidak memakai lampu rotator juga dikenakan tilang karena untuk diketahui pengguna jalan lainnya. Begitu juga, truk mengangkut barang yang over load atau kelebihan beban tetap ditilang.

Baca: Ingat Bocah SD yang Menangis saat Ditilang dan Cium Tangan Polisi, Kini Dia Jadi Duta Sepeda

Karena, lanjutnya, jika truk yang melebihi beban itu dibiarkan melintas, maka saat memasuki kawasan Saree, Aceh Besar dengan kondisi jalan tanjakan akan rawan terjadi lakalantas.

"Makanya, ada kejadian truk blong rem, terjun ke jurang dan insiden lainnya yang sering dialami truk," ujarnya.

Ia menjelaskan, razia dilakukan pada malam hari, sangat strategis untuk menurunkan lakalantas. Karena antara pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB, dini hari, merupakan waktu yang sangat rawan potensi lakalantas.

Pelanggar lalin akan ditindak petugas jika ditemukan melakukan pelanggaran.

"Jika takut ditilang, maka pengguna jalan patuhilah aturan lalulintas," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved