Pistol dan Baju Bripka Faisal Dibawa ke Puslabfor

Penyidik Reskrim Polres Aceh Utara, Minggu (23/9) membawa pistol jenis revolver dan baju kaos Bripka Faisal

Pistol dan Baju Bripka Faisal Dibawa ke Puslabfor
TERSANGKA Zulkifli pimpinan komplotan Bajak Laut merampas dua magasin dan mencuri HP Bripka Anumerta Faisal dalam reka ulang di Pantai Desa Bantayan Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Selasa (18/9).SERAMBI/JAFARUDDIN 

LHOKSUKON - Penyidik Reskrim Polres Aceh Utara, Minggu (23/9) membawa pistol jenis revolver dan baju kaos Bripka Faisal ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri Cabang Medan untuk melengkapi bukti bahwa anggota Polri tersebut tewas ditembak dengan pistolnya.

“Kita sedang dalam perjalanan ke Medan membawa baju kaos yang dikenakan almarhum (Bripka Anumerta Faisal) saat kejadian pembunuhan tersebut. Selain itu juga pistol revolver. Ini sebagai bukti tambahan saja,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Refki Kholiddiansyah kepada Serambi, Sabtu (23/9).

Menurut polisi, dari hasil uji forensik nantinya akan diketahui korban dibunuh dengan cara ditembak, karena itu baju dan pistol saja yang dibawa ke puslabfor. Sedangkan senjata api (senpi) laras panjang AK-56 yang juga digunakan almarhum saat kejadian itu tidak dibawa. “Jadi mesiu itu akan nempel di bagian baju dan itu yang akan dilihat nantinya,” katanya.

Disebutkan, saat ini polisi sedang merampungkan berkas kasus tersebut untuk dilimpahkan ke kejaksaan. Ketiga tersangka masih ditahan di Mapolres Aceh Utara dan masih diperiksa untuk melengkapi berkas itu bersama sejumlah saksi lainnya. Ketiga tersangka yaitu M Arief Munandar alias Arep (18) warga Desa Sungai Pawoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Darwin (32) warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat Aceh Timur, dan Muktar Midi (31) warga Desa Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. “Untuk dua orang yang sudah masuk DPO dalam kasus itu masih terus dikejar,” pungkas Iptu Refki Kholiddiansyah.

Seperti diketahui, Faisal ditemukan meninggal di kawasan Pantai Desa Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (25/8) sekira pukul 03.00 WIB. Belakangan terungkap, Faisal dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senjata api (senpi) jenis pistol Revolver miliknya setelah dirampas Muktar Midi (31) anggota komplotan bajak laut, warga Desa Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Polisi juga sudah merekonstruksi kasus tersebut, Selasa (18/9) di lokasi kejadian.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved