Breaking News:

Pelabuhan Ditutup, 8 Juta Warga Yaman Diprediksi akan Alami Kelaparan

Sebab, seluruh pasokan makanan dari World Food Programme (WFP) dan pedagang hanya bisa dikirim melalui pelabuhan.

Editor: Fatimah
(WHO)
PBB memprediksi penderita kolera di Yaman akan mencapai 994.751 orang hingga 17 Desember 2017. (WHO) 

SERAMBINEWS.COM - Masih ingat kasus kelaparan di sebuah desa terpencil di Yaman utara?

Dilaporkan orangtua dan anak-anak sama sekali tidak makan dan hanya makan daun yang direbus.

Akibatnya, pusat kesehatan di distrik Aslan dibanjiri puluhan anak-anak yang kurus kering. Sanking kurusnya, tulang dari anak-anak ini terlihat.

Nah, kali ini, kembali ada kabar buruk dari Yaman.

Baca: Luka Modric Terpilih Jadi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA 2018, Ini 3 Rekor yang Dipecahkan Modric

Dilansir dari independent.co.uk pada Senin (24/9/2018), persediaan makanan di Yaman hanya bisa bertahan dua sampai tiga bulan saja jika pelabuhan utama negara tersebut ditutup.

Penutupan pelabuhan tersebut menyusul kenaikan serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi.

Direktur Yaman CARE, Johan Mooij, mengatakan dia takut bahwa masalah kelaparan ini akan menyerang Yaman secara besar-besaran.

Sebab, seluruh pasokan makanan dari World Food Programme (WFP) dan pedagang hanya bisa dikirim melalui pelabuhan.

 
Jadi, jika pelabuhan Hodeidah ditutup, maka ini bisa membahayakan nyawa jutaan warga Yaman.

"Begitu pelabuhan ditutup, kami berbicara tentang jutaan dan jutaan orang yang tidak akan memiliki makanan," kata Mooij.

Baca: Al Ghazali Pingsan di Mobil, Ahmad Dhani Ungkap Penyebabnya

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved