Ayo Kenali Karakteristik Investasi Bodong, Begini Penjelasan OJK

Sebelum berinvestasi, maka masyarakat terlebih dahulu harus mengenali lembaga dan produknya

Ayo Kenali Karakteristik Investasi Bodong, Begini Penjelasan OJK
SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA
Narasumber dari Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI menyampaikan materinya dalam Sosialisasi Pencegahan Investasi Ilegal, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (26/9/2018). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan sosialisasi pencegahan investasi ilegal, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (26/9/2018).

Sejumlah pemateri yang dihadirkan, yaitu dari OJK Pusat, Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, dan Kanit I Subdit V Dittipideksus Bareskrim Polri.

Baca: Berbisinis Investasi Bodong, Nova Mastura Dituntut 4 Tahun Penjara

Deputi Direktur Kebijakan Penyidikan OJK, I Ketut Widiana dalam materinya tentang 'Stop Investasi Ilegal', menyampaikan terkait karakteristik investasi bodong, yaitu menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru "member get member".

Karakteristik investasi bodong lainnya adalah memanfaatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, public figure untuk menarik minat berinvestasi, dan klaim tanpa resiko.

Kemudian legalitas tidak jelas seperti tidak memiliki izin, memiliki izin kelembagaan tapi tidak punya izin usaha, serta memiliki izin kelembagaan dan izin usaha namun melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izinnya.

Baca: Korban Investasi Bodong Mengaku Dibohongi Nova

I Ketut Widiana juga memberikan tips berinvestasi. Sebelum berinvestasi, maka masyarakat terlebih dahulu harus mengenali lembaga dan produknya.

"Teliti legalitas lembaga dan produknya, pahami proses bisnis yang ditawarkan, pahami manfaat dan risikonya, dan pahami hak serta kewajibannya," imbuhnya. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved