Ada 11 Bank Asing Dalam Divestasi 51% Saham Freeport, Begini Tanggapan Dirut Inalum

Artinya, untuk saat ini, IUPK Sementara PTFI akan kembali diperpanjang selama satu bulan hingga akhir Oktober

Ada 11 Bank Asing Dalam Divestasi 51% Saham Freeport, Begini Tanggapan Dirut Inalum
Freeport (KOMPAS/AGUS SUSANTO) 

SERAMBINEWS.COM - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah menandatangani kesepakatan lanjutan dengan Freeport-McMoran.

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut atas Head of Agreement (HoA) divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia pada 12 Juli 2018 lalu.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin dengan Chief Executive Officer Freeport-McMoran Inc (FCX) Richard Adkerson, bertempat di kemenetrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (27/9/2018).

Baca: Proses Divestasi 51 Persen Saham belum Rampung, Pemerintah Perpanjang IUPK Sementara Freeport 

Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Menetri ESDM Ignatius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno.

Budi Sadikin bilang, dokumen yang ditandatangani kali ini terdiri dari tiga kesepakatan.

Yakni soal perjanjian divestasi PTFI, shareholders agreement atau perjanjian kesepakatan antara pemegang saham dengan pemegang saham baru PTFI, dan Sales and Purchase Agreement (SPA) mengenai pembelian 40% participating interest (PI) Rio Tinto.

Baca: Inalum Cari Pinjaman dari Bank Luar Negeri Untuk Bayar Divestasi 51% Saham Freeport

"Dengan Rio Tinto mereka maunya dilakukan circular, kita tanda tangan dengan Freeport, mereka ikut. Yang langsung dari Freeport-McMoran kita beli saham PT Indopcopper Investama yang memegang 9,36% di PTFI sekarang," terang Budi.

Budi meyakinkan, ini adalah penandatanganan terakhir dari kesepakatan soal divestasi ini.

Namun, untuk bisa secara resmi mengambil 51% saham PTFI, Inalum masih harus terlebih dulu melunasi pembayaran harga yang telah disepakati dalam HoA.

Baca: Polda Aceh Kirim 100 Personel Brimob untuk Pengamanan PT Freeport di Papua

Besarannya sejumlah US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp 56 triliun. Rinciannya, US$ 3,5 miliar untuk membeli participating interest (PI) 40% milik Rio Tinto dan US$ 350 juta guna mengakuisisi 9,36% saham milik Indocopper Investama.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved