Breaking News:

Dana OP Rp 3,9 M Parkir di Kasda

Dana Operasional Pendidikan (OP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Alquran

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Gedung sekolah PAUD di Gampong Bili Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie 

* Jatah PAUD, TK, dan TPA di Pidie

SIGLI - Dana Operasional Pendidikan (OP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) masih parkir di kas daerah (kasda). Dana OP tersebut bersumber dari APBN tahun 2018 mencapai Rp 3.998.400.000, yang diperuntukkan untuk 192 lembaga pendidikan yang tersebar di Pidie.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie, Fakhriah, Kamis (27/9) mengatakan, saat ini dana OP yang dialokasikan untuk PAUD, TK dan TPA sebesar Rp 3.998.400 ribu telah masuk ke Kasda Pidie sejak Juli 2018. Dana tersebut belum cair karena harus dibuat Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara dinas dengan lembaga penerimaan dana tersebut.

Ia menyebutkan, proses NPHD tersebut sekitar satu bulan, akibat dinas harus menyurati semua PAUD, TK dan TPA yang tersebar di Pidie. “Saat kami surati, kepala lembaga pendidikan terkadang tidak datang tepat waktu. Sehingga proses pembuatan NPHD molor hingga satu bulan,” katanya.

Terkait pencairannya, ia mengungkapkan dana tersebut nantinya akan ditransfer langsung dari kasda ke rekening masing-masing lembaga. “Disdik Pidie hanya menangani proses administrasi saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, besaran dana yagn dialokasi kepada setiap PAUD, TK dan TPA, dihitung sesuai dengan jumlah murid di lembaga tersebut yang berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Di mana setiap murid mendapatkan Rp 600 ribu per tahun. Dana Itu bukan untuk murid, melainkan untuk OP PAUD, TK dan TPA. Penggunaan dana tersebut, kata Fakhriah, diatur dengan petunjuk teknis (juknis). “Sesuai juknis, dana OP itu tidak boleh digunakan untuk pembangunan fisik,” tukasnya.

Dikatakan, untuk mendapatkan dana OP tersebut, PAUD, TK dan TPA harus mengajukan proposal, dengan melampirkan data pokok pendidikan (Dapodik), izin operasional, rencana kerja sekolah (RKS), dan nomor pokok sekolah nasional (NPSN).

Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial ST MAP, kemarin mengungkapkan, meski dana OP PAUD, TK dan TPA jumlahnya sedikit, tapi dana tersebut sangat bermanfaat untuk kelancaran aktivitas pendidikan di PAUD, TK dan TPA. Sebab, dana itu bisa digunakan untuk membayar honorarium guru. Karena dominan guru yang mengajar TK pemerintah dan swasta adalah para tenaga honorer.

Untuk itu, kata Khairil, Disdik Pidie harus mempercepat proses administrasi, agar dana itu bisa cepat dicairkan. Sebab, jika pengurusan administrasi dipersulit, maka dana OP tersebut akan lama parkir di kas daerah “Proses administrasi jangan dipersulit. Sehingga dana OP itu bisa cepat masuk ke rekening lembaga,” sebut Khairil Syahrial.(naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved