IGI Gelar Workshop Penulisan Buku

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bireuen, Jumat (28/9), menggelar workshop penulisan buku dan bazar di aula lama setdakab setempat

IGI Gelar Workshop Penulisan Buku
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin MPd membuka Workshop Kurikulum 2013 (K13) yang diikuti 23 Pengawas Sekolah SMA se Aceh. Workshop berlangsung di Grand Aceh Hotel, Banda Aceh, Jumat - Minggu (07-09/09/2018) 

BIREUEN - Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bireuen, Jumat (28/9), menggelar workshop penulisan buku dan bazar di aula lama setdakab setempat. Ketua Panitia, Feri Irawan SSi MPd kepada Serambi mengatakan, workshop perdana di Bireuen itu merupakan langkah awal untuk mengintensifkan program satu guru satu buku (sagusaku). Workshop itu, sebutnya, diikuti 134 peserta yang merupakan guru dari Bireuen dan luar Bireuen dengan rincian, peserta tingkat SMA 54 orang, SMK 15 orang, MA 8 orang, SMP 26 orang, MTs 11 orang, MI 17 orang, dan SD 7 orang. “Harapan kita, guru di Bireuen ke depan dapat melahirkan 134 judul buku,” harapnya.

Bupati Bireuen, H Saifannur SSos dalam sambutannya mengatakan, hadirnya IGI diharapkan mampu meningkatkan mutu, profesionalisme, perlindungan, daya saing, dan kesejahteraan guru. “Workshop penulisan buku ini sangat bagus untuk memotivasi serta memantik semangat para guru dalam menulis buku,” ucap Bupati.

Ketua IGI Bireuen
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bireuen, Hamdani SPd MPd dilantik sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bireuen periode 2016-2021 di aula lama setdakab, Jumat (28/9). Pelantikan ini dilakukan Sekretaris Umum (Sekum) IGI Aceh, Fitriadi SPd MPd. Turut hadir, Bupati Bireuen, H Saifannur SSos dan ratusan undangan.

Selain Hamdani sebagai ketua, struktural IGI Bireuen juga diisi Malik Ridwan SPd sebagao wakil ketua untuk rayon 1, rayon 2 Junaidi MPd, rayon 3 Rizal Fuadi, rayon 4 Megawati SPd, dan rayon 5 Gustina Fitriani. Sedangkan posisi sekretaris dipercayakan kepada Asmudi dan bendahara dijabat Marthunis Rahmawati.

Ketua IGI Bireuen, Hamdani SPd MPd mengatakan, program utama pihaknya adalah menguatkan literasi sekolah, serta memotivasi guru dan siswa agar gemar membaca dan menulis. “Targetnya, setiap guru mampu menghasilkan karya literasi. Demikian juga dengan siswa, setiap satu kelas diharapkan mampu menghasilkan minimal satu buku,” pungkasnya.(yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved