‘Teluk Sinabang’ Gagal Sandar di Meulaboh

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang, Jumat (28/9) dilaporkan gagal sandar di Pelabuhan Penyeberangan

‘Teluk Sinabang’ Gagal Sandar di Meulaboh
Serambi/Rizwan
KMP Teluk Sinabang 

* Penumpang Telantar, Jenazah Dialih ke Labuhan Haji

MEULABOH - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang, Jumat (28/9) dilaporkan gagal sandar di Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Samatiga, Aceh Barat. Akibatnya penumpang yang akan berlayar ke Sinabang dari Meulaboh telantar. Bahkan jenazah yang akan dipulangkan ke Sinabang terpaksa dialihkan ke Pelabuhan Penyerangan Labuhan Haji, Aceh Selatan, Sabtu (29/9).

Dampak gagal sandar karena alur laut di pelabuhan tinggi ketika akan memuat barang dan kendaraan. Feri yang melayari rute Meulaboh-Sinabang dan sebaliknya, masih bertahan di Meulaboh. Kapal sudah menjadwalkan kembali sandar, Minggu (30/9) pagi untuk memuat penumpang di Pelabuhan Samatiga.

Informasi diperoleh Serambi, KMP Teluk Sinabang berlayar dari Sinabang tujuan Meulaboh tiba pada Jumat pagi sekira pukul 07.00 WIB serta berhasil menurunkan semua penumpang dan kendaraan. Sambil menunggu kembali berlayar ke Sinabang ternyata ombak atau alur di dermaga menjadi besar sehingga untuk keselamatan kapal dibawalah ke tengah laut sambil menunggu keberangkatan.

Karena alur ombak juga tidak mereda, kapal sekira pukul 10.00 WIB mencoba bersandar kembali di pelabuhan, tetapi gagal karena ombak besar serta menghantam dermaga memaksa kapal kembali lagi ke tengah laut. Upaya bersandar terus dilakukan pada siang hingga jelang sore tetapi tetap gagal.

Pihak ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) berkoordinasi dengan Syahbandar dan pihak Dinas Perhubungan Aceh Barat memutuskan menunda berlayar ke Sinabang menunggu alur laut di dermaga membaik.

Sementara penumpang yang mencapai 100 orang dan sekitar 30 kendaraan roda empat dan enam yang sudah siap-siap masuk ke kapal terpaksa bertahan. Penumpang menjadi telantar serta sebagian meminta kembali karcis yang sudah mereka beli. Namun sebagian mereka beralih ke Pelabuhan Labuhan Haji Aceh. Sedangkan truk hingga Sabtu masih bertahan di Pelabuhan Samatiga.

Kepala ASDP Perwakilan Meulaboh, Desrizal Marbeth yang ditanyai Serambi mengatakan kapal gagal sandar di pelabuhan Samatiga merupakan kasus kedua. “Alur ombak cukup besar dan upaya bersandar sudah beberapa kali tetapi tetap gagal karena kapal menghantam dermaga,” kata Desrizal.

Butuh breakwater
Kadis Perhubungan Aceh Barat, Drs Jhon Aswir mengatakan, Pelabuhan Samatiga sangat membutuhkan dibangun breakwater (penahan ombak) sehingga alur gelombang laut di dermaga menjadi tenang. “Ketika ombak tinggi kapal tidak bisa bersandar,” katanya.

Menurutnya, usulan membangun breakwater sudah disampaikan ke Kementerian Perhubungan oleh Bupati Aceh Barat dan pihak Pusat berjanji akan turunkan tim. Namun sejauh ini belum ada tim yang turun untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved