10 Hari Solar Kosong, Pengelola SPDN Susoh Sebut Pertamina Sudah Turun dan Janji Tambah Kuota

Janji menambah kuota sebanyak itu, kata Ermisal, disampaikan Dimas (SR Pertamina) ketika meninjau SPDN Koperkan REFCA, Minggu malam.

10 Hari Solar Kosong, Pengelola SPDN Susoh Sebut Pertamina Sudah Turun dan Janji Tambah Kuota
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Ratusan jeriken kosong menumpuk di¬†SPDN (Solar Paket Dialer untuk Nelayan) di Koperkan REFCA Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Abdya sampai Senin (1/10/2018). Kekosongan solar sudah terjadi sejak 10 hari lalu. 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE- Pihak Pertamina dilaporkan sudah meninjau SPDN (Solar Paket Dialer untuk Nelayan) di Kompleks Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

SPDN yang dikelola Koperasi Perikanan Rehabilitation and Empowermant of South West Coast of Aceh (Koperkan REFCA) sudah kekosongan solar selama 10 hari atau sejak 19 September 2018.

“Pertamina sudah menjanjikan menambah kuota solar sebanyak 48 ton untuk SPDN Ujong Serangga menjadi menjadi 128 ton per bulan,” kata Pengelola SPDN Koperkan REFCA Ujong Serangga, Ermisal kepada Serambinews.com, Senin (1/10/2018).

Janji menambah kuota sebanyak itu, kata Ermisal, disampaikan Dimas (SR Pertamina) ketika meninjau SPDN Koperkan REFCA, Minggu malam.

“Ketika Pak Dimas datang ke SPDN, beliau melihat tumpukan ratusan jeriken dari pemilik boat ikan menunggu pasokan solar dari Depo Pertamina Meulaboh,” ungkap Ermisal.

Saat itu, Pengelola SPDN Koperkan REFCA Ujong Serangga, Ermisal kembali memohon kepada Pertamina melalui Dimas untuk penambahan kuota sehingga peristiwa kerap habis stok solar bisa diatasi.

Permintaan penambahan kuota solar akhirnya mendapat pertimbangan pihak Pertamina.

Ketika melakukan peninjauan lokasi, Dimas (SR Pertamina) sebagaimana dikemukan Ermisal juga bersempatan memberikan arahan tentang kelengkapan administrasi SPDN Koperkan REFCA Ujong Serangga, Susoh.

SPDN yang dikelola Koperkan REFCA Ujong Serangga, Susoh, selama ini mendapat kuota solar bersubsidi sebanyak 80 ton atau 80.000 liter atau (5 mobil tangki) per bulan.

Kuota tersebut tidak mampu melayani kebutuhan solar sekitar 200 boat ikan 30 GT ke bawah se-Kabupaten Abdya .

Persediaan solar bersubsidi di SPDN Ujong Serangga sering kosong. Seperti kuota bulan September sebanyak 80 ton (80.000 liter) sudah habis  sejak 19 September 2018, lalu. Peristiwa ini sangat meresahkan masyarakat nelayan karena persediaan solar juga langka di sejumlah SPBU lainnya.

VIDEO Perumahan Balaroa Palu Bergerak Sendiri Akibat Gempa dan Tsunami, Hancur Ditelan Bumi

9 Anggota Polri Tewas akibat Gempa dan Tsunami di Palu, Saat Kejadian Sedang Mengikuti Apel

Detik-detik Arif Selamat dari Hotel Ambruk di Palu, Fitri Bertahan Hidup 3 Hari di Bawah Reruntuhan

Dilaporkan, sejumlah boat ikan di Kecamatan Susoh, Setia, Tangan-Tangan dan Manggeng tidak beroperasi karena solar kosong di SPDN, sementara di SPBU Pantee Perak, Susoh dan SPBU Keude Paya Blangpidie mengalami kelangkaan solar.

Ermisal lebih lanjut menjelaskan, kuota solar untuk Oktober baru bisa ditebus, Senin (1/10/2018). Penebusan sebanyak 16 ton atau 16.000 liter (1 mobil tangki).

“Uang penebusan 16 ton solar (1 mobil tangki) sudah kita kirim kepada pengangkutan, kita harapkan solar bisa masuk besok (Selasa)  di SPDN Ujong Serangga,” kata Ermisal.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved