Breaking News
Rabu, 8 April 2026

BPBA Usul PNS Aceh Sumbang Rp 100 Ribu Per Orang untuk Palu

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPBA, T Ahmad Dadek dalam Talkshow Radio Serambi FM, Senin (1/10/2018).

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kalak BPBA, Teuku Ahmad Dadek dan Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin dipandu host, Nico Firza dalam talk show Serambi FM di gedung Harian Serambi Indonesia, Senin (1/10/2018). 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Aceh mengusulkan supaya semua Aparatur Sipil Negara (ASN) Aceh dapat menyumbangkan uang ke korban gempa tsunami Palu – Donggala.

Selain itu, Aceh juga akan mengirim dendeng dan keumamah ke Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPBA, T Ahmad Dadek dalam Talkshow Radio Serambi FM, Senin (1/10/2018).

Talkshow itu membahas salam Harian Serambi Indonesia dengan tema “Saatnya Kita Bantu Palu” yang juga menghadirkan Wakil Redaktur Pelaksana (Waredpel) Serambi Indonesia, yang juga Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin.

T Ahmad Dadek dalam talkshow itu menyebutkan, Ia mengusulkan supaya PNS di jajaran Pemerintah Aceh dapat menyumbang uang Rp 100 ribu/orang.

Sehingga Aceh dapat mengirim dana bantuan lebih besar.

Ia akan mengusulkan sumbangan ASN Pemerintah Aceh yang jumlahnya mencapai 12 ribu ke Setda Aceh.

Karena jika gagasan itu disetujui, dana yang terkumpul akan sangat banyak.

“Saat ini kami sedang fokus untuk mengumpulkan dana kemanusian untuk Palu, nanti dana ini akan kita fokuskan untuk proses rehab dan rekonstruksi. Hingga hari ini (kemarin), sudah terkumpul dana sekitar Rp 280 juta lebih,” ujar T Ahmad Dadek.

BPBA juga akan membuat membuat gerakan pengumpulan bahan makanan, karena rencananya untuk tahap awal akan mengirim bahan makanan, salah satunya berupa dendeng dan keumamah.

Sementara Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin menyampaikan bahwa masyarakat yang hidup di kawasan yang rawan bencana harus sigap dalam menghadapi bencana.

Sehingga pola hidup harus diubah dengan kondisi kawasan bencana. Misalnya menyediakan alat komunikasi selain handphone, seperti HT atau radio komunikasi, sehingga jika sinyal komunikasi putus saat bencana, maka warga dapat menggunakan HT tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved