Breaking News:

Layanan Pengaduan Air Harus Dibenahi

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST menilai layanan

Editor: bakri
Layanan Pengaduan Air Harus Dibenahi

* Terkait Banyak Keluhan tak Direspons

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota ( DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST menilai layanan pengaduan (call center) milik PDAM Tirta Daroy Banda Aceh harus dibenahi. Pasalnya, banyak laporan pelanggan terkait masalah air tak ditindaklanjuti dengan pengecekan petugas ke lapangan.

Hal itu disampaikan Irwansyah kepada Serambi, Senin (1/10), menanggapi laporan warga Dusun II Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, kepadanya terkait kondisi air keruh dan berlumpur di kawasan tersebut. Seminggu sebelumnya, warga itu melapor ke call center PDAM di nomor 081360537581 dan dijawab bahwa petugas akan segera mengecek ke lokasi. Tetapi setelah ditunggu berhari-hari, petugas tak kunjung datang.

“Jadi apa juga guna call center itu? Ini lah yang membuat warga skeptis dengan nomor-nomor pengaduan. Karena sudah diadukan tetapi tidak dapat solusi, sudah hari ketujuh, air masih kotor,” ujar Irwansyah, dan menyebut sedikitnya ada sepuluh rumah yang mengalami kondisi air keruh. Dia yakin jumlah tersebut bisa lebih banyak lagi, tapi banyak warga yang tidak melapor.

Menurutnya, call center air harus responsif dan solutif. Jangan hanya sekadar mengecek kran di luar rumah warga, tapi harus bisa mengadvokasi keluhan warga atas tidak bagusnya pelayanan. “Pastikan petugas berjumpa langsung dengan pelanggan yang mengeluh, agar bisa ditunjukkan dimana masalahnya,” kata Irwansyah, dan mengaku siap mempertanggungjawabkan laporan warga kepadanya itu.

Menanggapi permintaan dewan, Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub menyebut call center selama ini berjalan baik, dimana ada pengaduan, petugas akan datang mengeceknya. “Itu lah pelanggan kita, lapornya bukan ke PDAM. 081360537581 itu nomor saya sendiri. Memang ada yang lebih baik dari direktur yang pegang call center-nya? Atau saudara Irwansyah mau jadi call center-nya?” timpal pria yang akrab disapa Ampon Yub itu.

Secara umum, kata dia, tidak ada masalah dengan air di kawasan Lamlagang, karena tidak ada warga Lamlagang yang melapor kepadanya dalam beberapa hari terakhir. Namun kawasan yang mungkin saja terganggu distribusi airnya yakni di titik pembangunan drainase, di antaranya Geuceu, Lamteumen, Lam Ara, dan beberapa kawasan lain.

Ampon Yub membantah bahwa call center PDAM Tirta Daroy lamban dalam merespons aduan pelanggan. “Kata siapa? Mana bukti slow responsnya? Mengapa dia tidak minta langsung ke PDAM ya? Hana ta tuoeh lee nanggroe nyoe,” ungkap Ampon Yub, yang mengaku kecewa terhadap dewan sebagai salah satu pemilik PDAM, justru mengumbar persoalan itu ke media.

Pada bagian lain, Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub alias Ampon Yub mempersilakan pelanggan untuk mengadukan persoalan air ke call center 081360537581 via SMS, dengan memberikan nomor ID pelanggan beserta keluhannya. “Tidak perlu takut memberikan nomor ID pelanggan, karena tidak kami gunakan untuk menagih. Nomor ini diperlukan agar kami bisa tahu posisi pasti pelanggan yang bermasalah,” jelasnya.

Ampon Yub juga tak menampik jika suatu saat akan ada teknologi yang dapat mendeteksi masalah di pelayanan PDAM, walau tanpa adanya pengaduan dari pelanggan. “Saat ini sistem pelayanan PDAM kita belum punya kemampuan untuk itu. Walaupun secara teknis dimungkinkan dengan teknologi yang ada saat ini,” imbuhnya.(fit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved