Pasar Murah Digelar Se-Aceh

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh bekerja sama Bulog Aceh dan Pemkab/Pemko se-Aceh

Pasar Murah Digelar Se-Aceh
WAKIL Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin didampingi Kadisperindag Aceh M Raudhi melayani ibu-ibu yg membeli sembako murah di Pasar Murah Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin ( 1/10). 

* 1-4 Oktober 2018

BANDA ACEH - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh bekerja sama Bulog Aceh dan Pemkab/Pemko se-Aceh menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan, 1-4 Oktober 2018. Pasar murah ini ditujukan kepada warga kurang mampu.

“Pasar murah ini dilaksanakan dalam rangka peringatan 1 Muharam 1440 Hijriah dan Peringatan Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2018,” kata Kadisperindag Aceh, Muhammad Raudhi pada acara pembukaan Pasar Murah di halaman depan Masjid Uleekareng, Banda Aceh, Senin (1/10).

Raudhi menyebutkan semua kebutuhan pokok dalam pasar murah se-Aceh ini adalah produk Bulog. Kemudian disubsidi oleh Disperindag Aceh setiap satu kilogram atau satu liter Rp 2.500, sehingga harga semua kebutuhan itu lebih murah seharga itu dibanding harga pasar. Sedangkan Disperindah Kabupaten/Kota bertugas menjual barang itu di lokasi.

Adapun harga kebutuhan di pasar murah itu, yakni beras mutu standar ukuran 10 kg Rp 85.000/zak, gula Rp 10.000/kg, minyak goreng Rp 10.000/liter, tepung terigu Rp 6.500/Kg. “Selain itu masih ada satu item lagi harga yang diberi subsidi, yaitu telur ayam ras yang di pasar umum Rp 1.200 per butir menjadi Rp 1.000 per butir di pasar murah atau Rp 29.000 per papan (isi 30 butir),” sebut Raudhi.

Raudhi menyebutkan di Banda Aceh, pasar murah ini dilaksanakan di depan masjid Uleekareng, Kecamatan Meuraxa, Rusunawa Keudah, dan Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman. Sedangkan untuk Aceh Besar, dilaksanakan Pasar Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Baitussalam, Simpang Tiga Sibreh, dan Darul Imarah.

Turut hadir saat acara ini kemarin di halaman depan Masjid Uleekareng, yaitu Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, Kepala BI Aceh, Zainal Arifin Lubis, Kepala BPS Aceh, Danramil, Kapolsek, Camat Uleekareng, sejumlah tokoh agama, masyarakat, serta pemuda.

“Kegaiatan seperti ini jika bisa jangan tiga kali setahun, tetapi bisa lima atau enam kali pada saat harga kebutuhan pokok melambung,” kata seorang tokoh agama di Uleekareng. Amatan Serambi di Uleekareng kemarin, pasar murah itu umumnya dipenuhi ibu-ibu yang membeli berbagai kebutuhan yang disubsidi itu.

Sementara Kepala Bulog Aceh, Basirun, menyebutkan jumlah kebutuhan yang disediakan dalam pasar murah itu sama setiap kabupaten/kota, yaitu beras 9 ton, gula 7.000 kg, minyak goreng 7.000 liter, tepung terigu 3.000 kg, dan telur 7.000 butir.

Kegiatan pasar murah itu, kata Basirun, setiap tahun dilaksanakan tiga kali. Pertama satu minggu jelang Ramadhan, kedua satu minggu jelang Idul Fitri, dan ketiga saat peringatan tahun baru Islam dan Peringatan Kesaktian Pancasila. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved