Ketua PT Banda Aceh Lantik 20 Advokat Peradi

Ketua Pengadilan Tinggi (PT)/Tipikor Banda Aceh, Djumali SH, melantik dan mengambil sumpah 20 calon

Ketua PT Banda Aceh Lantik 20 Advokat Peradi
KETUA PT/Tipikor Banda Aceh, Djumali menyerahkan cendera mata kepada Ketua Bidang Pengangkatan Advokat Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Irwan Hadinata MH didampingi Ketua dan Sekretaris Peradi Banda Aceh, Zulfikar Sawang dan Syahrul Rizal, seusai acara pengangkatan dan pengambilan sumpah 20 advokat Peradi di Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Selasa (2/10). 

BANDA ACEH - Ketua Pengadilan Tinggi (PT)/Tipikor Banda Aceh, Djumali SH, melantik dan mengambil sumpah 20 calon advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di ruang sidang PT/Tipikor Banda Aceh, Selasa (2/10). Pelantikan dan pengambilan sumpah itu sesaat setelah Ketua Bidang Pengangkatan Advokat Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Irwan Hadinata MH, melakukan pengangkatan ke-20 calon advokat itu. Dengan pengangkatan dan pengambilan sumpah tersebut, mereka sudah sah menjadi advokat Peradi.

Ketua PT Banda Aceh, Djumali, seusai acara seremonial ini dalam sambutannya antara lain mengingatkan ke-20 advokat baru itu untuk mendaftarkan diri dalam aplikasi e-court yang sudah diluncurkan Mahkamah Agung (MA) Juli 2018. Pasalnya, nanti semua pengacara wajib terdaftar dalam aplikasi ini karena sejak pendaftaran perkara ke pengadilan dan lain-lain melalui aplikasi itu, sehingga advokat datang ke pengadilan hanya untuk bersidang saja. Hal itu bukan seperti selama ini yang sejak pendaftaran perkara, pengacara harus ke pengadilan untuk mendaftar secara manual.

Selanjutnya sambutan disampaikan Irwan Hadinata, ia mengingatkan advokat baru itu untuk menjaga kode etik, sehingga benar-benar menjadi penegak hukum, bukan malah melanggar hukum. Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Peradi Banda Aceh, Zulfikar Sawang mengatakan ke-20 pengacara baru itu adalah mereka para sarjana hukum dan sudah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) selama sebulan, kemudian lulus ujian PKPA.

“Kemudian mereka juga wajib magang selama dua tahun di kantor pengacara senior Peradi dan selama magang itu juga harus mengikuti pengacara bersidang di pengadilan, walaupun mereka tak terlibat dalam persidangan tersebut. Nah, setelah lulus mengikuti semua tahapan itu, baru mereka diangkat dan disumpah menjadi pengacara Peradi,” kata Zulfikar. Kemarin, saat acara ini juga hadir Sekretaris Peradi Aceh, Syahrul Rizal dan sejumlah advokat Peradi senior lainnya. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved