Belasan Murid Keracunan Jajanan

Sebanyak 12 murid SD Negeri Inginjaya dilarikan ke Polindes setelah keracunan jajanan berupa minuman

Belasan Murid Keracunan Jajanan
Sebagian warga berkumpul untuk melihat korban keracunan di Gampong Ujong Tanah, Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (20/4/2018) akibat mengkonsumsi Mie Goreng (Mie Giling). 

* BBPOM Diminta Razia Makanan

KUALASIMPANG - Sebanyak 12 murid SD Negeri Inginjaya dilarikan ke Polindes setelah keracunan jajanan berupa minuman yang mereka beli di kantin sekolah, Kamis (4/10). Polisi meminta BPPOM melakukan razia untuk mempersempit jalur distribusi makanan yang mengandung zat berbahaya.

Kasus keracunan ini terungkap setelah 12 murid terserang gejala yang sama secara serentak. “Ke-12 murid itu mengalami mual, muntah, dan pusing. Beberapa guru menyimpulkan bahwa mereka keracunan jajanan yang dibeli di kantin sekolah. Yakni makanan jeli stik dan minuman kemasan rasa Anggur,” kata Kapolres Aceh Tamiang melalui Kapolsek Ranto, Iptu Alviandi Lubis, Kamis (4/10).

Dia mengatakan, seorang guru bernama Erlinda (44) sempat mencicipi kedua jenis makanan itu. Kepada polisi, Erlinda merinci kedua jajanan itu memiliki rasa dan bau yang aneh dan menyebabkan dirinya mual dan pusing, walau sudah mengonsumsi obat dari Polindes.

“Seorang guru sempat cicipi jajanan tersebut. Menurutnya, jajanan jeli memiliki rasa yang tajam dan tidak enak. Sedangkan yang berbentuk minuman, mengandung asam tinggi,” ungkap Alviandi.

Jajanan itu diduga mengandung zat berbahaya. Pengelola kantin, R (44) sudah dimintai keterangan, dan ia mengaku membeli produk makanan dan minuman ringan itu di sebuah toko di Kualasimpang.

Kepala Polsek Ranto, Iptu Alviandi Lubis menambahkan, seluruh korban saat ini sudah mendapat penanganan medis dengan baik.

Ia mengatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan dengan melibatkan Satuan Intelkam Polres Aceh Tamiang, untuk mengetahui apakan jajanan tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak.

“Kami juga berharap BBPOM segera melakukan pengecekan, dengan turun ke pasar untuk merazia makanan mengandung zat berbahaya. Sehingga pendistribusian makanan yang mengandung zat berbahaya ini bisa dicegah,” ujarnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved